Saat pagi telah
tiba, di sambut oleh kicauan burung. Aku masih tidur dan Ibuku slalu
membangunkan aku.
“Sin
bangun sudah pagi” Suara ibu terdengar
keras dari kamar dan aku langsung bangun.
“I ya bu…”.
Setelah aku bangun aku segera ke kamar mandi
dan siap-siap pergi ke sekolah. Sebelum aku berangkat aku harus memanggil
temanku Risma namanya .
“Risma…”
“iya,
tunggu sebentar”, sahutnya.
5 menit kemudian Risma keluar
“Ayo brangkat”
“Iya”.
Aku dan Risma segera naik sepeda, aku
berangkat. Saat perjalanan, dalam haitku
“lho,
kenapa sepedanya kog rasanya gak enak”.
Lalu ayahku berhenti dan berhenti dan
dilihat ternyata ban sepedanya yang depan kehabisan angin.
“kamu
turun di sini dulu, ayah mau ngisi angin dulu”, kata ayah
“I ya…”
“dik kamu jalan aja sana ntar kamu telat lhoo…”
“Nggak
mau, nanti aku capek !!”
“Duu…
dekat aja, masak capek. Jalan sana”.
Dengan agak marah aku menyuruhnya.
“Gak
mau kok”.
“Ya udah kalau kamu gak mau”.
Setelah beberapa menit kemudian aku menunggu
ayah, ternyata ayah kembali juga. Aku, Risma dan Adik segera naik ke sepedah.
Dalam perjalanan .
“lho
kenapa lagi ini sepedahnya ??” kata ayah.
“Lho
kenapa ini ??” aku takut sekali karena sepedahnya
berbelok-belok. Lalu sepedahnya dihentikan sama ayah untung saja aku, Risma,
adik dan ayah.
Ayah cemas, karena ban sepedah yang belakang
bocor.
“Aduuhhh,
kamu tunggu sini ayah carikan ojekan”
Tidak lama lagi kemudian ada Risky sepupuku
yang mau berngkat kesekolah.
“Kenapa
Pak ?”, tanya Risky
“Ini
low sepedanya bapak banya bocor, tolong kamu antar mbak mu ke sekolah”.
Ayahku menyuruh risky mengantar aku.
Dengan senang hati dia mengantar.
“Ayo
kak naik”
“He’
emm”
Lalu aku dan Risma naik ke sepedahnya Risky
“Riz…
kamu gak ketinggalan apa ?? kalau kamu mengantar aku pergi ke sekolah”, tanya ku.
“Tidak
, tenang saja” jawabnya.
“Ooh,
ya sudah kalau gitu”.
Tidak terasa aku sudah sanpai di sekolah
“Terima
kasih ea sudah mengantarku ke sekolah”, ! Ini Riz !!
“Apa
kak ??” , dengan terkejut
“Ini
ambil saja, tidak apa-apa kok”
“Hmm…
Gak usah kak”.
“Tidak
apa-apa ambil saja”.
“Ndak,
makasih …”
“Ooh
ya udah kalau gitu”.
“Iya
sama-sama”.
“Aku
duluan ya…” jalan tergesa-gesa
“Iya
kak…”
Sesampainya di kelas aku baru ingat kalau
hari ini adalah hari aku menjadi petugas piket. Aku segera mencari sapu dan
menyapu kelas karena sebentar lagi sudah bel masuk.
“Sreeekk,
sreekk, srekk”
“Nia,
tolong ea kamu balik kursinya, ini aku yang menyapu” suruhku kepada Nia temenku.
“Iya
dechh..”
Dengan tergesa-tergesa akhirnya selesai
juga, kemudian bel sekolahpun berbunyi.
“Haduuucch
akhirnya… capek banget”
Semua murid berbaris di depan kelas
masing-masing.
“Bruuukk…
Huuwwhh”
Menaruh tas dengan kecapekaan
“Nia,
dapat PR gak ??”
“Dapat”
Seperti orang ketakutan “PR apa ??”
“Ini
matematika yang di LKS” menjawab dengan
tenang.
“Hmm…
ini ya !! aku belum selesai”
“Aku
juga, aku kurang sedikit” kata Nia
begitu.
“Untung
Bu Rini belum masuk ke kelas”
Aku dan teman-teman mengerjakan PR di kelas
dan duduk tidak pada tempatnya melaikan duduk disana-sini.
Tidak lama kemudian Bu Rini datang, Salah
satu teman saya memberi tau kalau Bu Rini akan masuk ke kelas. Semua anak-anak
kembali ke tempat duduk masing-masing dengan berlari-lari.
“Assalamualaikum
Wr.Wb” salam Bu Rini sebelum memulai
pelajaran.
“Waalaikumsalam
Wr.Wb.” jawab anak-anak dengan cemas.
Di sana
Bu Rini menayakan tentang PR yang di
berikanya. “Anak-anak PR yang ibu berikan kemarin taruh di atas meja” serunya
“Aducchh…
PR ku belum selesai bagaimana ini” dalam
hatiklu
Karena anak-anak satu kelas belum selesai
semua PR nya akhirnya aku dan nerekapun dihukum.
Singkat cerita semua hukuman tersebut berupa
membuat rangkuman tentang matematika. Sesudah jam pelajaran matematika habis di
mulai pergantian jam lainya. Keesokan harinya di sekalah ada tugas lainya yaitu
mencari tenteng informasi tentang pelajarn Geografi. “Hmm… tuagas banyak
banget yah ….” Kataku sanbil mengeluh.
“Iyah
yah” kata sebangku ku
Jam geografi sudah habis dan saatnya
istirahat, seperti biasa aku dan teman-temanpun berkumpul.
“Hay
…” sapaku ke teman-teman
“Hay
juga”.
“Ooo
ya kamu dapat tugas gak dari Bu Patmi”
“Tugas
yang mana”
“Itu
yang disuruh mencari di Internet tentang Geografi”.
“Iya
aku juga dapat tugas seperti itu”
“Ya
udah nanti ke waret bisa gak ??” seruku sambil mengajak Diah.
“Ya
nanti aku bilang ke orang tua aku boleh apa gak”.
“Iya”…
“BTW
kalian sudah beli jajan belum ??”
“belum”
“Ya
sudah, ayo beli jajan sekarang”
OK
Setelah semua selesai tiba saatnya pulang
sekolah. Sesampainya di rumah aku bilang ke Ibu untuk minta uang padanya.
“Bu
aku minta uang Rp 15.000
“Buat
apa ?? kog tidak biasanya kamu minta uang !!”
“Itu
di buat ke warnet Bu cari tugas Geografi !!”
“Ibu
sekarang tidak punya uang !!! jadi kamu
tunggu saja ea”
Dalam hati “aku kecewa sama Ibu tapi gak
papalah. Jadi hari itu aku tidak jadi
berangkat ke warnet.
Hufft…. Sabar saja dech.
Beberapa hari kemudian aku akhirnya diberi
juga uang sama Ibu.
“Ini,
Ibu sudah punya uang”
“I
ya Bu … terima kasih
“I
ya …”
Singkat cerita aku segera menyelesaikan
tugas dan akhirnya semua tugas selesai dengan baik.