Senin, 14 Januari 2013

Cerpen Cinta : True Love

  Oleh : Cahya Nuraini - Kenapa harus kamu yang ada dihadapan aku sekarang ? kenapa bukan dia yg sudah ada di hati aku sejak dulu ? aku menyesal dulu telah membencimu, karna mungkin kini ini karma bagiku. Maafkan aku, tinggalkan aku, berikan aku cintanya yang dulu. Bukan dia tuhan.....
Samar-samar telah ku buka mataku karna silau oleh pancaran matahari dari jendela. Ternyata si mbok sosok yang telah merawatku dari kecil.

“selamat pagi non.”
“pagi mbokk,,,”
“nyonya sudah menunggu untuk sarapan non”
“iia mbok, terima kasih”..
     Namaku cicilia valentina nugraha , aku lahir tepat saat hari kasih sayang karna brhrap aku selalu mndapatkan kasih sayang dari semua orang. Memang benar, kehidupanku hampir sempurna. Aku anak yang lumayan pintar yah gak bego-bego amat lah istilah kasarnya. Mempunyai orang tua yang sayang aku, harta berlimpah, paras cantik, banyak teman, dan banyak cowok yang suka. Sekarang ini aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang, dia teman sekolahku namanya dani. Sejujurya aku tak terlalu sayang dia, tapi di anak populer di sekolah karna dia keren pastinya dan karna desakan dari teman-temanku untuk mau menerima dani menjadi pacarku, maka akupun menjalin hubungan dengannya, sudah hmpir 4 bulan dan sekarang aku sudah kelas 1 SMA.
“pagi sayang,,” sapa mamaku di meja makan.
“pagi ma, papa mana ?”
“papamu ada meeting, jadi harus berangkat duluan.”
“ohh..” berdua kami sarapan namun tak lama kemudian.......... “pagi....!!!” sapa suara yg tak asing bagiku. Ya, si dani memang bak sopir pribadi bagiku. Kemanapun aku pergi dia siap sedia untuk mengantar. Bahkan tiap pagi dia rela mengantar jemput aku.
“pagi sayang,” sahut mamaku.
     Dia pun mengecup kedua pipiku dan berslaman kepada mamaku. Mereka sudah cukup akrab, dan sudah tidak ada kata malu. Aku bahkan sampai takut jika harus melanjutkan hubungan bersama dani ke jenjang pernikahan krna aku tak benar mencintainya.
“sayang hari ini ada ulangan, kita berangkat sekarang ya, soalnya aku belum belajar” sekaku sebelum dani ngobrol lebih banyak dengan mamaku.
“oh, yaudah ayo. Salim sama mama gih”
kamipun berangkat sekolah melaju dengan mobil bmw nya, dani memang anak orang berpunya sehingga dia menjadi anak terkeren dan paling di kagumi di sekolah.
“sayang, kabarnya hari ini ada murid baru di kelasku.”
“ohhh,,,” jawabku cuek, karna aku memang sedang malas ngobrol dengannya.
“kamu kenapa ? sakit ?” tanyanya smbil berusaha membelai rambutku namun aku mengelak.
“aku enggak apa-apa kok, Cuma sedikit pusing gara-gara begadang semalem”.
“begadang ngapaen ? belajar ?”
“bukan kok, orang aku nonton bola”. Jawabku untuk meredam suasana tegang dalam mobil.
Akhirnya sampailah kami di sekolah.
“sayang aku duluan ya, aku mau nyamperin anak-anak dulu” pintaku “iya”. Kamipun berpisah di jalan menuju parkir sekolah dan aku berjalan sendiri menuju kelas, untunglah aku bertemu teman-temanku. Rani,bella dan lia.
“heyyy, tunggu” teriakku
“ehhh, ini dia putri kita telah datang,” ledek si rani yang memang anaknya goookill abizzz.
“ihh, apaan sihh”
“eh-eh, tau gak, katanya ada anak baru lohh di kelas gue.katanya sih cowo dari jawa, moga-moga ajah cakep.”
     Sela si lia yang anaknya memang suka banget ngeliatin alias tukang nyeleksi cwok. Hampir semua cowok di sekolahan ini dia kenal bukan hanya teman satu angkatan tapi juga cowok-cowok kelas 2 & 3.
“udah tau kok dari si dany” jawabku.
“lia kalau cakep boleh tuh buat gue. Cilla, kita hari ini ulangan fisika kan ? udah belajar lo ?” tanya bella padaku.
     Belum sempat ku jawab namun sudah bel masuk dan akhirnya kami berlarian masuk ke kelas.
     Saat istirahat berbunyi tiba-tiba ada salah satu teman yang memberitahuku
“cilla cilla, si dany berantem di belakang sekolah” fikirku biarkan saja, toh bonyok pun dia yang ngrasaen, dani memang anak sok jagoan. Gara-gara dia banyak teman dan seorang kakak kelas sehingga dia sering mencari masalah dengana anak kelas 1. Namun aku sebagai ceweknya, jadi paling tidak aku harus numpang absent dong ! akupun meluncur ke belakang sekolah. Setelah sampai mulanya aku biarkan saja, ingin melihat siapa yang di hajarnya kali ini dan saat aku tanya pada lia ternyata yang dihajar adalah anak baru. Ku perhatikan muka anak baru tersebut karna bagiku wajah itu tak asing dan baru sja ku sadari ternyata itu Ali, cinta pertamaku saat aku masih SD kelas 5. Meski di bilang masih kecil, tapi tetap tak ada yang menggantikan dia di hatiku. Tercengang, kaget namun bahagia. Langsung saja aku berlari dan berusaha memisahkan perkelahian ini. Jujur saja semua temanku kaget karna tak pernah aku seagresif ini untuk melerai pertikaian dany.
“sudaaahh ! hentikan “ dengan memalingkan wajahku ke muka dany namun ternyata emosi dany belum turun sehigga akulah yang terkena tonjok mautnya, segera saja aku tersugkur jatuh. Dani sangat menyesali namun masih terperangah melihatku jatuh berbeda dengan ali yang langsung mendekapku untuk berusaha menolongku namun langsung di dorong dany jatuh dan menjauhkannya dariku. Aku pun pingsan dan tak ingat apa-apa lagi. Namun aku masih ingat jelas wajah tampan yang setengah kagetnya melihatku sama seperti aku kaget melihat dirinya.
     Setelah sadar ternyata aku telah di kamar. Dan semua temanku telah berkumpul, akupun memanggil lia dan meminta untuk menjelaskannya. “lia, sebenarnya tadi ada apa sih ?”
“tadi itu si dany jengkel sama si ali anak baru itu, gara-gara menurutnya ali itu sok cool dan di gandrungi banyak cewek di kelas. Iya, gue rasa sih di dany mulai merasa kalah saing gitu deh, ali emang gak sekaya dany tapi banyak banget cewek yang minta nomernya.” “termasuk lo ?” sekaku
“pastinya”
“boleh gue minta ?”
“buat apa ?”
“minta maaf atas perlakuan dany”
“ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue...”
“belum saatnya gue cerita li, nanti pasti gue ceritain. Plisss jangan kasih tau ke dany ya !”
“sip”
     Setelah lia memberikan nomer ali, liapun keluar dan dany masuk. Namun aku pura-pura lemas. Saat dany sudah mengutarakan penyesalan dan meminta maaf diapun aku suruh pulang. Saat semuanya sudah pulang akupun tak buang waktu dan langsung menelfon ali. Ragu-ragu ku pencet satu persatu nomer itu. Tuttttt tuuuttt tuuuutt bunyi sambungan telfon yang membuatku sedikit gemetar.
“hallo!” suara yang sedari dulu tetap tak berubah di telingaku. Suara sosok yang penuh kasih syang di hatiku
“hallo, ali” jawabku gemetar senang namun air mataku menetes.
“ini siapa ?”
“kamu tak mngenalku lagi ? ini aku”
“cilla “ namun aku terdiam, mulut ini seperti tak bisa berkata-kata. “cilaa, cilla, jawab aku. Jangan diam cil, aku rindu suara kamu.”
“aku juga al. Aku ingi bertemu denganmu. Besok di taman sekolah” setelah itu aku tutup telfon. Aku lega, ku bahagia dan aku menangis. Tuhannn terimakasih, aku tau kau sayang aku tuhan.
     Keesokan harinya akupun bertemu dengan ali dan di taman sudah ada sosok cowok yang ,menunggu. Bdannya tinggi tegap.
“ali” panggilku lirih dan langsung duduk di sampingnya. Namun dia hanya menatapku dengan dalam.
“kenapa kamu pandang aku seperti itu ?”
“kecantikanmu tak berubah cilla.”
“kamu gombal..”
“tidak,”
“kamu dingin al, “
“kepergianmu telah mengubah sikapku cil, tak sadarkah kamu. Kepergianmu membuatku hancur,, tanpa surat dan kabar”
“aku tak bermaksut al, smpai sekarang pun aku masih sayank kamu, cintaku tak pernah berubah. Kedaan saat itu sedang sulit. Perusahaan papaku bangkrut. Aku harus pindah beberapa kali untuk mendukung ekonomi keluargaku. Aku juga sedih tak bisa lagi berkomunikasi denganmu”. Suasana hening menyelimuti siang itu.
“mana cintamu al ? hilangkah itu ?”.
“entahlah... bertahun-tahun kehilangan yang aku cari dan satu-satunya semangat yang aku miliki. Bagaimana menurutmu. Memang kita masih kecil, tapi persaan itu beda cil.”
“aku tau al,tapi haruskah kau limpahkan keslahan itu padaku ? gadis kecil yang tak tau apa-apa !” tak terasa butiran bening itu tiba-tiba menetes, dan berlinang deras.
“jangan menangis cil, aku tak bermaksud untuk membuatmu menangis. Aku selalu kalah dan luluh jika melihatmu menngis” dan ali langsung memelukku. Dia usapnya kristal bening di pipiku dengan jari-jarinya yang penuh kasih syang. Namun sepertinya memang hari sial kami, dany tiba-tiba muncul dan salah sangka. Tanpa panjang lebar dia menyuruh teman-temannya untuk memegang ali sedangkan dany memukulinya. Ku coba tahan tangan kekar itu semampuku namun naas tetap saja aku kalah tenaga. Dan dengan terpaksa ku peluk dany untuk meredam amarahnya. Dia pun luluh. Ku lihat ali kecewa berat. Dan langsung menundukan kepala.
“dengar ya lo bangsat, jangan pernah lo deketin cewek gue lagi. Sekali lagi gue liat lo deketin cewek gue. Mampuss lo !”
“kalau cewek lo yang deketin gue gimana ?”
tersentak kaget aku bersma rombongan dany. Akupun kaget karna ali mampu berkata begitu, seolah dia tak berusaha melindungiku. “ahhhh, tahikk lo..”
di hajarnya ali untuk yang kedua kalinya.
“sayank, sudah, jangan di ladeni bocah pengecut ini !”
sindirku sinis. Alipun seperti mennyesali perkataannya.
     Malam ini aku masih memikirkan ali, perkataan yang menurutku sangat-sangat menyakitkan. Namun tiba-tiba ada suara mengetuk pintu.
“non ada tamu”
“cwo apa cwe ?”
“cowo non”
     Kufikir si dany tapi betapa terkejutnya aku karna ternyata yang datang ali. Bingung ingin kutemui apa tidak karna jujur saja aku masih marah dengannya.
“ngobrol di taman aja al” kataku bete. Ku pimpim jalan duluan untuk menuju taman depan. Kamipun duduk di bangku panjang di tengah taman. Ku suruh si mbok mengambilkan minum untuknya. Sesaat terdiam namun ali berusha untuk memancing obrolan di antara kami. “masih marah ?”
“masih”
“aku mesti gimana “
“harusnya kamu gak biacara seperti itu.”
“takut ?”
“maksudnya ?”
“cnta itu harusnya tak mengenal takut. Tak mengenal rasa sakit.” “aku bukn gadis tomboy yang masih berusia 9 th al. Aku ini remaja 15 th al. Aku sudah berubah”
“aku tau, namun cintamu tidak kan ?”
“selamanya hanya untukmu.”
“masihkah kau smpan itu untukku ?”
“hanya untuk kamu, dan selamanya untuk kamu” perlahan kami dekatkan kedua bibir kami, dan perlahan namun psti bibir kamipun menyentuh. Dengan lembut dia lumat bibir ini. Dan 1 kecupan di dahi. Sayangnya saat itu aku lupa, bahwa aku sudah punya janji kepada dany,lia,bella, dan rani. Mereka semua pun melihat kejadian itu. “bangsat lo !” baru dany ingin memukul ali, aku sudah berada di depanya dan lagi, aku terkena tonjok di kepalaku. Namun aku berusaha tak pingsan.
“hentikan dan. Nyadar gak siih lo. Selama ini tuh gue cuek sama lo supaya lo mutusin gue. Gue gax mau mutusin lo karna gue takut lo sakit. Ali cinta pertama gue dan, karna itulah gue gak pernah nganggap semua pacar gue serius karna sebenrnya cinta gue Cuma buat ali dan. Plisss, ngertiin gue, dewasalah sedikit dan. Kalau lo sayang gue, relain gue”
“ok, lo menang sob, gue gak bakal ganggu hubungan lo berdua lagi. Kita maen fair disini” berlalulah dany.
“ciehhhh, akhirnya sang putri pun menemukan cinta sejatinya the true of love” gombal rani
“ciehhh...ciehhh” teriak bella dan lia. Besok kenyang nieh....
     Meriahlah suasana malam itu. Canda gelak tawa riang. Hepi kusnendang yah guys. Semoga saja hubunganku awet sampai kakek-kakek dan nenek-nenek sama si ali ku cayankk.... hehehee.

Cerpen Cinta : Dibalik Mata Ini

Oleh: Nining Suarsini Juhry - Riana duduk di sebuah taman di depan rumahnya sambil memainkan biolanya. Nada-nada indah mengalun dengan merdu. Siapa saja yang mendengarnya pasti akan tersentuh. Meskipun buta riana termasuk perempuan yang sangat berbakat. Dia tergolong dalam orang-orang cacat yang memiliki kelebihan.


Sepuluh tahun yang lalu, saat riana duduk di bangku SD, dia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Saat itu di tengah bermain kejar-kejaran bersama teman kecilnya yang bernama satria. Pada saat yang sama satria berlari menuju kejalan raya, tanpa di sangka mobil melintas ke arahnya, riana yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah satria dan mencoba menariknya agar terhindar dari mobil itu. Alhasil satria terbebas dari mobil itu tetapi malah dirinya yang tertabrak. Inilah penyebab kebutaannya. Melihat hal itu satria terus-terus saja di hantui rasa bersalah yang amat mendalam sampai sekarang ini. Dia rela melakukan apa saja demi menebus rasa bersalahnya terhadap riana bahkan dia rela mendonorkan matanya tetapi riana menolaknya. Hingga pada akhirnya satria mengikuti orang tuanya ke luar negri.

Hari-hari riana di isi dengan kegelapan. Dia tidak pernah merasa putus asa maupun mengeluh. Dia tetap saja menikmati hari-harinya dengan senyuman. Dia tidak pernah menjadikan kebutaannya ini sebagai alasan untuk terpuruk. Justru dia merasa beruntung karena masih di beri kesempatan untuk hidup dan menjalani hari-hari.Kadang-kadang riana diliputi rasa rindu dengan satria sahabatnya. Sudah tiga tahun mereka tidak pernah bertemu. Meskipun kehilangan satria riana memiliki teman baru yoga namanya. Mereka bertemu di tempat les biola. Yoga adalah laki-laki yang baik, meskipun belum lama berkenalan tetapi dia sangat baik dan perhatian terhadap riana. Entah mengapa setiap berada di dekat goya riana selalu merasakan sesuatu yang aneh. Dia selalu merasa kalau yoga seperti tidak asing baginya dan terasa sudah lama mengenal yoga. Tapi siapa pun dia, riana sangat berterimah kasih karena sudah baik padanya dan selalu membuat dia bahagia.

Sebulan pun telah berlalu, yoga dan riana makin akrab saja. Suatu hari riana menangis karena rindu akan sahabatnya yang telah lama meninggalkannya. Yoga yang tidak tega melihat riana menangis akhirnya menghiburnya dan mengembalikan senyum cerianya kembali. Dia selalu membuat hari-hari riana penuh dengan keceriaan dan selalu ada disaat riana butuh dimana pun dan kapan pun. Riana sangat berharap suatu hari nanti ketika keajaiban datang menghampirinya dan dia sudah dapat melihat lagi, orang yang akan ia temui pertama kali adalah yoga, dia ingin menatap wajah yoga dan membelainya, sekaligus ingin berterimah kasih karena sudah baik padanya.

Kebersamaan mereka yang di rajut untuk beberapa bulan saja akhirnya kandas di tengah jalan. Entah mengapa yoga tiba-tiba menghilang dan sulit sekali untuk di hubungi. Lagi-lagi riana harus ditinggalkan oleh orang-orang ia sayangi. Dia sangat sedih karena harus menerimah kenyataan itu dan lebih menyedihkan lagi, di saat dia akan melihat lagi dia harus kehilangan yoga. Padahal selama ini dia selalu mengimpikan akan melihat yoga dan berbagi kebahagiaan dengannya. Setelah sekian lama menunggu donor mata, akhirnya ada juga pendonor mata yang datang. Entah siapa pendonor mata ini, identitasnya sangat di rahasiakan. Menurut dokter belum saatnya kamu mengetahui siapa pendonor mata ini, nanti setelah kamu melihat baru bisa mengetahuinya. Hatinya begitu galau mendengar pernyataan dokter karena dia ingin sekali berterimah kasih pada sang pendonor mata.

Seminggu setelah operasi mata berjalan. Akhirnya riana sudah bisa melihat indahnya dunia ini. Apa-apa saja yang dulu ia tidak bisa liat akhirnya dia bisa melihat, menyentuh dan merasakannya. Bahkan wajahnya pun akhirnya sudah bisa ia lihat di depan cermin. Dia sangat bahagia.

Tak ada kata-kata yang ia dapat ucapkan selain beryukur kepada yang di atas. Diam-diam dia meneteskan air matanya. “andaikan yoga dan satria ada di sini”. Ucapnya lirih. Tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh panggilan mamanya, dia lalu buru-buru menghapus air matanya. Dia kaget dan sedikit heran ketika mamanya memberikannya sebuah surat. Buru-buru ia membacanya. Setelah membaca isi surat, tak kuasa ia menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. Ternyata pendonor matanya adalah satria alias yoga. Selama ini orang yang bernama yoga adalah satria, di memberikan matanya karena dia ingin melihat riana bahagia dan sebagai wujud rasa bersalahnya di masa lalu. Riana tak kuat lagi, dia terus-terus saja menagis. Dan lebih membuat hatinya hancur adalah pendonor matanya adalah sahabatnya sendiri. Entah apa yang harus ia lakukan, dia belum sempat berrterimah kasih karena tiga hari setelah operasi satria sudah berangkat ke luar negri.
 
Ini merupakan kejadian yang amat tidak bisa di lupakan riana, karena di balik matanya terdapat mata satria. Mata riana adalah mata satria, begitupun sebaliknya. “jaga mataku baik-baik riana, aku sangat bahagia bisa melihatmu bisa melihat lagi. Senyum mu adalah bahagiaku”. Begitulah pesan terakhir di isi surat satria.

Mata adalah ciptaan terindah yang di berikan oleh allah. Salah satu hadiah yang sangat luar biasa yang diberikan oleh allah adalah penglihatan.

Cerpen Cinta : Jarak dan Kita

oleh: Lelie Liana


trangggg!! awwww

Jenny sukses mengacaukan suasana pagi di rumahnya.

“aw, ini gelas kok bisa jatuh sih Jen?” Bunda memandang pecahan gelas yang berserakan di lantai

“ maaf Bund, Jenny nggak sengaja” dengan tampang yang sedikit didramatisir Jenny meminta maaf

“ makanya, lain kali jangan minum sambil ngelamun!” Bang Tyo nimbrung tanpa diminta

“ih nyebelin banget sih,bukannya bantuin malah ngomporin” Jenny ngedumel dalam hati

“ sudah, abang jangan bikin suasana tambah kacau ah, Jenny, rapiin bekas gelasnya yah, habis itu langsung sarapan di ruang makan, ayah udah nungguin dari tadi tuh “ Bunda berkata sambil berlalu

“ Iya Bund” Jenny mengangguk sekaligus memeletkan lidah tanda kemenangan ke arah bang Tyo yang terlihat kesal karena komporannya hari ini nggak berhasil

“ wee, emang enak dikacangin! Hahaahaha” Jenny membersihkan pecahan gelas yang berantakan dan berlalu meninggalkan abangnya yang terlihat masih kesal karena usahanya sia – sia.

Begitulah yang terjadi setiap hari di keluarga Subagiyo, pengusaha yang kesehariannya terkenal sebagai seseorang yang low profile dan penuh dengan kedipsiplinan dan kerja kerasnya. Jenny, Putri kedua dari Pak Subagiyo dan Bu Ratna. Nama lengkapnya Jennyfer Ken, cantik, pintar, bersikap manja dan ramah, namun sedikit ceroboh. Baru duduk di kelas dua SMU, dan menjabat sebagai wakil ketua osis. Andre Johntyo adalah putra pertama. Lahir sabagai anak laki – laki dengan tampilan fisik nyaris sempurna dan selalu mampu membuat mata kaum hawa tak mampu berpaling. Jago basket, juara olimpiade komputer, ketua osis, dan selalu juara kelas. Alhasil kakak beradik tersebut menjadi populer di kalangan makhluk sekolah yang notabenenya adalah sekolah swasta favorit dengan lebih dari seribu siswa. Dan tak mudah untuk menjadi seseorang yang top di sekolah, itulah yang dirasakan oleh Jenny. Setiap hari ia harus tahan godaaan dan terpaan gosip yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tak pernah puas jika ngeliat Jenny bahagia. Seperti yang terjadi pagi itu.

“ ssttt, si nona perfect mau lewat, minggir, beri jalan” teriak Nita, ratu gosip sekolahan. sifatnya nggak jauh – jauh dari ratu gosip pada umumnya, suka sirik, panas kalau ngeliatin orang yang lebih “ wah “ darinya, dan yang pastinya bahan sekecil apapun bisa dijadikan gosip. Tapi meskipun udah dipermalukan berkali – kali, tetap aja Nita menjadi Ratu gosip, seperti pagi ini, udah jadi kebiasaan Nita setiap Jenny datang, selalu dikatan si nona perfect, jadi Jenny tetap tenang nanggepin Nita.

“ eh nona perfect, tadi lu dicariin tuh sama Bobby“

Ciii! Kontan mendengar nama Bobby, Jenny langsung noleh.

“ serius lu?”

“tapi BOHONG! Hahahaaaa” Nita tertawa puas sudah berhasil membohongi Jenny

“ sialan! Kalau bukan gara – gara masih pagi, udah gue jitak lu! “ guman Jenny kesal lalu masuk kelas . Di kelas , Jenny meletakkan tas volcomnya dengan kesal

“ wess, si nona perfect udah datang, napa tuh muka, pagi – pagi jelek banget “ tegur Igha, sahabatnya yang sekaligus ketua kelas

“ gue sebel sama Nita, pagi – pagi gue kena kibul sama dia “

“ ahahaha, nasib lu! Udah tau dia ratu gosip, masih aja lu percaya sama omongan dia” Igha tertawa geli

“ abisnya dia bilang Bobby nyariin gue, ya spontan aja gue noleh “

“ heh? Bobby ? lu masih ngarep sama dia, Jen? Bukannya dia udah pindah ke luar negeri? Lagian lu sih ga mikir, kalau dia nyariin lu, ga mungkin dia datangin si Nita, secara otomatis dia bakalan ngasih tau lu dulu kan sebelumnya “ Igha mencoba untuk menganalisis keadaan.

“ iya sih gue tau, tapi siapa tau aja dia mau datang tanpa pemberitahuan dan mau ngasih surprise ke gue “ lanjut Jenny membela diri.

“ yeee, ngarep lu Jen! “ Igha tersenyum geli.

“ huh, garing lu! “ jenny kesal . beberapa menit kemudian ia sudah asyik bersama i-pod nya. Igha memandang Jenny. Ia tau betul siapa Jenny dan bagaimana perasaannya sekarang. sudah tiga bulan lebih Jenny memendam sakit hatinya sama Bobby. Satu sekolah juga tau, kalau setahun yang lalu Jenny dan Bobby adalah pasangan paling serasi. Jenny adalah nona perfect, dan Bobby adalah tuan perfect.

Setahun yang lalu, Bobby bukan satu – satunya cowo perfect di mata Jenny. Masih banyak cowo – cowo nyaris perfect lainnya yang nyatain cinta ke Jenny dan ditolak. Tapi satu hal yang ngebedain Roy sama cowo – cowo lainnya. Dia cowo yang dewasa. Awalnya Jenny menganggap Bobby hanya sahabat, tapi kedekatannya dengan Bobby tanpa sadar membuat Jenny begitu merasakan bahwa diantara mereka bukan hanya sebagai sahabat , tapi lebih dari itu. Hubungan mereka berlanjut, seperti yang Jenny rasakan, akhirnya mereka jadian selama enam bulan. Bukan waktu yang singkat untuk menjalin sebuah hubungan, tapi Bobby lebih memilih untuk mengakhiri hubungan itu karena jarak. Bobby pindah ke luar negeri, itu cukup membuat Jenny down dan nggak mau pacaran lagi, sampai sekarang.

“ dueng! Ngelamun terus loe, Bobby Bobby Bobbyyyy, Jenny kangen nihh, hahahahhaa” igha ketawa ngakak

“ sadis loe, bete gw”

“ abisny muka loe jelek banget kalo lagi bengong gitu, udah ah, ntar ga ada yang naksir loh “

“ masa sih gha,perasaan muka gw ga gitu - gitu banget deh”

“ iya tau, tapi jangan gitu juga kalii, udah ah, jangan ngelamun lagi “
Begitulah kehidupan Jenny, nyaris PERFECT, mirip cerita di novel – novel dan cerpen, tapi sayang kehidupan cintanya tak begitu sempurna .

Tok tok tok

“masukk”

Tralaaaaa, Surpiseeee
...
“Jen? Are you ok?”
...
“hello”
...
“hey!”

“oh, sorry! Bobby? ini beneran loe?”

“Iyalah, masa arwah gue, gile lu, gue masih idup kalii”

Oh my God, Bobby cakep banget, Jenny sampe pangling

“Stress lu ya, kapan lu balik ke Indo? jahat, kenapa sih lu ga bilang ke gue?”
“idihh nona cantik ngambek, gue udah di Indo kemaren, sengaja aja bkin surprise buat lu”

“ihhh nyebelin, gue kangen banget sama lu”

“hmmm, beneran?”

“tapi BOHONG! hahaha”

Malamnya Jenny terlihat senang, bukan mimpi tapi ini nyata, sekarang Roy ada di hadapannya, bahkan have dinner bareng.

“hmmm, Bobby..”

“ya Jen, kenapa? ngomong aja”

“hmm... lu masih punya rasa ga sama gue?”

“rasa? rasa apaan? rasa jeruk, apel, atau mangga?”

“garing! gue serius!”

“ops, ok nona manis, sorry. hmmmmm, gimana ya Jen, gue masih sayang sama lu, tapi lu ngerti kan, gue ga mungkin balik lagi ke Indo, banyak hal yang ga mungkin dalam hubungan kita, lagian gue udah punya seseorang disana”

DEGGGGG!

Tiba – tiba Jenny merasakan periihhhhh yang sangat perih didadanya. Ternyata cinta tak mampu mengalahkan jarak dan waktu. Perlahan Jenny menjauh.

Here is no love anymore, It will be love if you and me together..

Cerpen Cinta : Tak Secantik Cinderella

Ku tatap wajahku di depan cermin sambil memperhatikannya lekat-lekat. Sungguh ironis aku memang cewek antik seperti halnya yang di katakan teman-teman kampusku. Kacamata besar plus minus tebal di tambah lagi behel serta dandanan ku juga yang amat sangat biasa, hanya jeans dan kaos oblong yang agak kebesaran dan tak lupa tas ransel. Sungguh tidak ada yang bisa menarik hati kaum adam. Soal penampilan aku memang sangat cuek, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Tapi soal pelajaran aku jagonya di tambah lagi soal radio. Yapp di singgung soal radio, aku adalah penyiar radio, menurut rekan kerjaku sesama penyiar, aku termasuk penyiar yang memiliki banyak fans. Bukan karena wajah dan penampilanku, melainkan suaraku yang merdu, kata mereka suaraku sangat merdu dan setiap cowok-cowok yang dengar bisa klepek-klepek dan membayangkan kalau aku ini wanita cantik bak cinderella.

        Seminggu yang lalu ada seorang cowok yang mengajakku diner, cowok itu adalah salah satu penelfon setia di radio ku. Dia sangat penasaran dengan diriku. Sampai-sampai dia bela-belain minta nomor handpone ku di semua kru radio. Berkat saran dari sahabatku keyko akhirnya nomor handpone ku akhirnya ku berikan juga. Menurut keyko “apa salahnya menjalin pertemanan dengan fans, kan nggak ada salahnya. Siapa tau orangnya cakep kan kamu bisa dapat ke untungan dari situ, lagian kamu juga kan jomblo”. Keyko memang benar, aku sudah sangat lama menjomblo. Tapi kadang-kadang aku ragu dengan diriku sendiri apakah ada laki-laki yang mau menerimahku apa adanya ?? teman-teman kampus bahkan kru radio saja tidak ada yang tertarik dennganku.

          Handphone ku tiba-tiba berdering dan menyadarkanku dari lamunanku. Ku perhatikan layar hp ku, ternyata “rangga” yang menelfon. Hari ini kami janjian bertemu di sebuah cafe. Dia mengajakku diner. Hari ini aku sudah tidak bisa lagi menolak karena ini ajakan yang ke tiga kalinya setelah aku menolak ajakannya karena alasan tertentu. Aku malu bertemu dengannya dengan kondisiku yang seperti ini. Aku takut kecewa dan mengecewakannya. Menurutku dia sangat baik meskipun baru seminggu berkenalan lewat via hp. Mau tidak mau aku harus pergi. Tepat jam 08.00 aku berangkat kesana. Aku mengenangkan baju biru sesuai janji agar dapat saling mengenali. Ketika sampai disana, aku melihat seorang cowok yang dari tadi menunggu. Aku yakin dia rangga karena baju yang dia kenakan sama seperti warna bajuku. Sungguh tidak di sangkah, sosok yang duduk di sana sangat sempurnah, dia cakep, putih, dan memakai kacamata. Kakiku terasa berat melangkah untuk menemuinya, aku tidak pantas untuknya, dia terlalu sempurna untukku . Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, tapi terlambat dia  sudah terlanjur melihatku. Langkahku pun semakin ku percepat dan buru-buru mengambil taksi. Ku dengar dia berteriak memanggil namaku tetapi tetap saja tidak ku hiraukan. Maafkan aku rangga ucapku dalam hati.

           Seminggu setelah insiden itu, aku tidak lagi berkomunikasi dengannya, tak ada lagi deringan sms atau telfonnya di hp ku bahkan dia sama sekali tidak pernah menyapa di radio. Mungkin dia kecewa atau tidak ingin lagi mengenalku. Ada sedikit perasaan sedih yang ku rasakan, seakan-akan ada yang hilang dari diriku. Entah itu apa. Apakah mungkin aku munyukainya ?? andrea...andrea kamu jangan gila dong, kamu jangan cinta sama orang yang tidak mungkin mencintaimu. Batin ku berbicara.

           Sehabis siaran ku putuskan untuk pulang cepat. Hari ini aku sangat bad mood sekaligus capek. Padahal hari ini keyko mengajak ku makan di luar tapi ku tolak. Keyko mengerti dengan apa yang ku alami sekarang. Dia Cuma memberikanku motivasi dan saran.

           Malam itu aku kedatangan tamu, awalnya aku sangat penasaran karena baru kali ini aku kedatangan tamu cowok jam segini. Aku hanya tertegun sekaligus penasaran di buatnya. Aku langsung buru-buru menemuinya. Bagaikan petir di siang bolong. Ternyata cowok yang datang adalah rangga, OMG mimpi apa aku semalam. Hari ini dia tampak cool, ekpresinya biasa-biasa saja melihatku tidak sedikitpun ada rasa risih.

             Dia menyapaku dengan senyuman dan tatapan yang tulus. Dia sama sekali tidak heran melihatku. Ku balik menyapanya dan membalas senyumannya. Semuanya terasa kaku, aku sangat grogi di buatnya.

             “ngga maafin aku ya”. Ucapku memuali pembicaraan sambil menunduk. Dia hanya tersenyum sambil mengangguk. “aku udah ngecewaiin kamu, tidak seharusnya aku pergi malam itu. Tapi asal kamu tau aku bertindak seperti itu karena ada alasan. Aku nggak mau kamu kecewa melihat penampilanku yang seperti ini. Suaraku tidak secantik wajah dan penampilanku. Bahkan aku juga tidak secantik cinderella seperti yang lain katakan”. Ucapku panjang lebar. Dia hanya menatapku sambil tersenyum.

              “rea, aku tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku tidak pernah menilai orang dari penampilan dan fisiknya”. Ucapnya dengan serius. Justru aku salut dengan kamu. Kamu adalah perempuan hebat”. Aku jadi semakin heran dan tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan rangga. Ada sedikit ketenangan yang ku rasakan.

             Pembicaraan semakin panjang dan tak terasa dia akhirnya berpamitan untuk pulang. Tapi sebelum pulang dia sempat berkata. “kecantikan seseorang itu tidak bisa di nilai. Kecantikan hatilah yang paling utama. Jangan selalu menganggap dirimu buruk, biarkanlah orang-orang berkata apa, mereka hanya iri karena tidak bisa memiliki seperti apa yang kau miliki yaitu prestasi, karier dan ketulusan hatimu”. Kata-katanya itu membuatku sadar. Ini menjadi pelajaran besar buatku. Meskipun tak secantik cinderella paling tidak kecantikan hatinya sama seperti yang aku miliki sekarang.
**** 

Cerpen Cinta : Di Dunia Maya, Ku Temukan Cinta

Pagi hari Arief duduk di depan ruang kelasnya sendirian. Dia sibuk menatap layar hapenya dan senyum-senyum sendiri tak karuan. Beberapa orang yang lewat tidak heran dengan sikap Arief yang seperti itu. Seperti biasanya, Arief pasti sedang berchating ria. Arief adalah seorang maniak chating dan internet. Sudah beberapa kali dia dikeluarkan dari kelas, gara-gara ketahuan sedang chating saat pelajaran berlangsung. Namun, dia tidak pernah jera. Saat dikeluarkan dari kelas, dia memilih pergi ke kantin dan melanjutkan ritualnya yaitu chating.Pagi itu saat sedang asik-asiknya chating, tiba-tiba seorang cowok menghampirinya.


           “Woy Rief, chating lagi loe.” Kata Andre sambil menepuk pundak Arief, sehingga membuat Arief kaget.
           “Astaganaga.. Ya Allah..” Kata Arief kaget. “Ngapain sih loe, ngagetin gue aja.” Lanjutnya.
           “Sorry boy. Btw, loe chating apaan sih, gue lihat loe makin hari makin kayak orang gila tao nggak? Nggak jera loe ya, hampir tiap hari loe dikeluarin mulu dari kelas.” Komentar Andre
           “Seperti remaja pada umumnya, hal itu biasa saja dan sering terjadi di kota-kota besar. Hehe.. Chating di Mig33. Seru nih, loe kudu nyoba.” Ucap Arief
           “Apa serunya sih chating kayak begituan. Buang-buang waktu aja.”
           “Seru tao. Di sini loe bisa cari temen di daerah mana aja. Kalau ada yang cocok, bisa dapat jodoh. Hehehe.. Penggunanya kan banyak banget.”
           “Halah.. Loe kayak sales panci aja, promosi chating kayak gituan. Dasar MAON..!!!!!”
           “Apaan tuh maon? Bahasa planet jangan loe bawa-bawa kemari, gue ngggak ngerti.”
           “Manusia Online.” Teriak Andre di telinga Arief
           “Kira-kira donk loe, kayak gue budek aja.” Ucap Arief
           “Sorry boy. Hehehe..” Kata Andre cengengesan

∞∞∞
           Seperti biasanya, Arief berchating ria dengan teman-temannya di dunia maya. Tiba-tiba muncul tanda private chat di layar hapenya. Tanpa buang-buang waktu, Arief segera melihatnya.

           “Hai prince_god.. Boleh kenalan?” Sapa Orang tersebut. Dia memiliki nick gadis_dudul. Unik menurut Arief, segera Arief membalasnya
           “Boleh.. Nama gue Arief, loe??” Balas Arief
           “Gue Acha. Loe sekolah di mana?”
          “Gue sekolah di Smansa, loe?”
          “Oya? Gue juga sekolah di situ. Kelas berapa loe?”
          “XII IPS 3, loe?”
          “Gue XII IPA 5.”

           Obrolan mereka pun berlanjut sampai membicarakan hobby masing-masing. Tak terasa sudah larut malam, Arief pun off dari chating dan segera pergi tidur.

∞∞∞
           ..Krrrrrriiiiiiiinnnnnnngggggggg..
           Bel berbunyi menandakan waktu istirahat. Murid-murid keluar dari kelas dengan berdesak-desakan. Andre bergegas menuju kantin seorang diri. Seperti biasanya, Arief duduk di kursi depan ruang kelasnya untuk berchating ria. Tak berapa lama, Andre kembali dari kantin dengan membawa banyak makanan kecil dan dua kaleng minuman dingin. Dia pun segera menghampiri Arief.

           “nih pesanan loe.” Kata Andre sambil memberikan tiga snack dan satu minuman dingin
           “Thank’s ya sob.” Ucap Arief sambil membuka minumannya
           “Iya.. Gue ke toilet dulu bentar. Nitip ya, awas loe makan snack gue.”
           “Nggak percayaan amat sih loe ma teman sendiri. Saat loe kembali, makanan loe masih utuh kok.”
           “Iya.. Iya.. Gue percaya ama loe.” Kata Andre kemudian pergi

           Arief pun melanjutkan berchating ria sambil memakan makanan yang tadi dibeli Andre untuknya. Saat melihat nick Acha online, Arief pun segera mengajak Acha untuk chat. Tak berapa lama, Acha kemudian membalas chatnya. Ternyata Acha anaknya asik untuk diajak ngobrol. Lama-lama Arief pun jatuh hati kepada Acha. Tanpa mereka berdua sadari, jarak mereka berdua tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk. Arief meminta nomer hape Acha dan berinisiatif mengajak Acha kopdar (kopi darat) sabtu malam ini, Acha pun menerima ajakan Arief tersebut dan memberikan nomer hapenya kepada Arief. Dari kejauhan, terlihat Andre sedang berbicara dengan seorang cewek. Setelah selesai berbicara dengan cewek tersebut, Andre segera menghampiri Arief.

           “Barusan loe ngomong ma siapa , Ndre?” Tanya Arief
           “Ma Acha, ketua OSIS di sekolah kita. Biasa lah, masalah Osis” Jawab Andre
           “Hach?? Acha?? Ketua OSIS cewek??” Kata Arief kaget, minuman yang diminumnya tanpa sengaja muncrat ke wajah Andre.
           “Kalau kaget biasa aja donk, nggak usah lebay pake acara muncrat segala. Ntar hilang lagi aura kegantengan gue.” Kata Andre dengan pedenya.
           “Ganteng pala loe pitak. Haha.. Kalau dilihat dari sedotan mah, baru loe ganteng. Itu juga sedotannya dilihat dari menara Eifell.. Hahahah.. Kata Arief ngakak sehingga membuat Andre manyun semanyun-manyunnya.
           “Elu kalau nggak chating,, ngeledek mulu kerjaan nya.. huch!!”
           “Sorry sob. Hehehe.”
           “Oya, kenapa loe kaget dengar nama Acha? Ada apa nich?” Selidik Andre
           “Nggak apa-apa kok. Hehe.. Ada ya Ketua OSIS cewek.”
           “Elu haha hehe haha hehe dari tadi, bosen gue dengernya. Ada Lah, buktinya si Acha tuh. Makanya loe jangan chating mulu.” Komenter Andre
           “Iya bawel. Udah yuk masuk, udah bel nih.” Kata Arief.

           Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas. Arief masih memikirkan Acha. Dalam batinnya bertanya-tanya, “apa mungkin Acha itu adalah Acha ketua OSIS di sekolah gue? Hmm, sabtu malam gue bakal tao ama dia.”

∞∞∞
           Malam yang dinanti pun tiba, Arief bersiap-siap untuk kopdar bersama Acha di tempat yang sudah mereka sepakati. Beberapa kali dia membaca sms Acha, “Ingat, Café Cinta. Loe pake baju hitam kan? Gue pake dress biru langit.” Arief tiba di café sepuluh menit lebih awal dari waktu yang telah di sepakati. Ternyata Acha telah duduk manis di tempat tersebut. Arief pun segera menghampirinya.

           “Acha kan?” Sapa Arief dengan ragu, takut salah orang. Karna saat itu Acha membelakanginya.
           “Iya. Loe Arief ya.” Kata Acha kemudian membalikkan badannya menghadap Arief. Arief terkejut, sepertinya dia pernah melihat Acha. Hampir saja dia terpesona akan kecantikan Acha.
           “Iya.. Hmm.. Loe bukannya yang kemaren ngobrol ma Andre di depan lapangan kan? Kalau nggak salah, loe ketua OSIS” Tanya Arief memastikan
           “Iya. Loe temennya Andre ya.”
           “Yups.. Andre sohib gue.”
           “Duduk Rief, nggak enak ngobrol sambil berdiri.”
           “Iya..” Jawab Arief grogi

           Mereka berdua mengobrol dengan santai. Arief tak kuasa menahan perasaannya. Dia mencoba untuk tenang. Akhirnya Arief pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Acha.

           “Cha, gue mau ngomong sesuatu sama loe.” Kata Arief gugup
           “Ngomong aja lagi, nggak ada yang ngelarang kok.” Ucap Acha sambil tersenyum
           “Loe mau nggak Cha, jadi cewek gue? Walaupun kita baru ketemu ya, tapi gue ngerasa nyaman aja waktu chating sama loe. Gue bener-bener sayang sama loe, Cha. Gue jatuh cinta sama loe pada chating pertama.” Kata Arief
           “Gimana ya.” Kata Acha sambil berpikir
           “Loe mau kan Cha, jadi cewek gue. Gue butuh jawaban loe sekarang.” Kata Arief dengan sedikit memohon
           “Ya udah, gue mau jadi cewek loe.” Jawab Acha
           “Yes.. Makasih ya, Cha. Sekarang kita resmi jadian nih.” Kata Arief senang
           “Iya.” Jawab Acha
           “Gue sayang sama loe, Cha. Gue nggak bakal ngecewain loe.”
           “Gue juga sayang sama loe.”

           Akhirnya Arief pun menemukan cintanya. Arief sangat senang, begitupun dengan Acha. Andre terkejut dan tidak percaya mendengar kabar kalau Arief jadian dengan Acha. Tak berapa lama, Andre pun mengikuti jejak Arief menjadi maniak chating, dengan satu tujuan yaitu dapat jodoh. Arief hanya tertawa melihat tingkah Andre. Setelah dipikir-pikir, Arief masih tak menyangka dari sebuah chating dia bisa menemukan cinta.

∞∞ The End ∞∞

Cerpen Cinta : Di Dunia Maya, Ku Temukan Cinta

Pagi hari Arief duduk di depan ruang kelasnya sendirian. Dia sibuk menatap layar hapenya dan senyum-senyum sendiri tak karuan. Beberapa orang yang lewat tidak heran dengan sikap Arief yang seperti itu. Seperti biasanya, Arief pasti sedang berchating ria. Arief adalah seorang maniak chating dan internet. Sudah beberapa kali dia dikeluarkan dari kelas, gara-gara ketahuan sedang chating saat pelajaran berlangsung. Namun, dia tidak pernah jera. Saat dikeluarkan dari kelas, dia memilih pergi ke kantin dan melanjutkan ritualnya yaitu chating.Pagi itu saat sedang asik-asiknya chating, tiba-tiba seorang cowok menghampirinya.


           “Woy Rief, chating lagi loe.” Kata Andre sambil menepuk pundak Arief, sehingga membuat Arief kaget.
           “Astaganaga.. Ya Allah..” Kata Arief kaget. “Ngapain sih loe, ngagetin gue aja.” Lanjutnya.
           “Sorry boy. Btw, loe chating apaan sih, gue lihat loe makin hari makin kayak orang gila tao nggak? Nggak jera loe ya, hampir tiap hari loe dikeluarin mulu dari kelas.” Komentar Andre
           “Seperti remaja pada umumnya, hal itu biasa saja dan sering terjadi di kota-kota besar. Hehe.. Chating di Mig33. Seru nih, loe kudu nyoba.” Ucap Arief
           “Apa serunya sih chating kayak begituan. Buang-buang waktu aja.”
           “Seru tao. Di sini loe bisa cari temen di daerah mana aja. Kalau ada yang cocok, bisa dapat jodoh. Hehehe.. Penggunanya kan banyak banget.”
           “Halah.. Loe kayak sales panci aja, promosi chating kayak gituan. Dasar MAON..!!!!!”
           “Apaan tuh maon? Bahasa planet jangan loe bawa-bawa kemari, gue ngggak ngerti.”
           “Manusia Online.” Teriak Andre di telinga Arief
           “Kira-kira donk loe, kayak gue budek aja.” Ucap Arief
           “Sorry boy. Hehehe..” Kata Andre cengengesan

∞∞∞
           Seperti biasanya, Arief berchating ria dengan teman-temannya di dunia maya. Tiba-tiba muncul tanda private chat di layar hapenya. Tanpa buang-buang waktu, Arief segera melihatnya.

           “Hai prince_god.. Boleh kenalan?” Sapa Orang tersebut. Dia memiliki nick gadis_dudul. Unik menurut Arief, segera Arief membalasnya
           “Boleh.. Nama gue Arief, loe??” Balas Arief
           “Gue Acha. Loe sekolah di mana?”
          “Gue sekolah di Smansa, loe?”
          “Oya? Gue juga sekolah di situ. Kelas berapa loe?”
          “XII IPS 3, loe?”
          “Gue XII IPA 5.”

           Obrolan mereka pun berlanjut sampai membicarakan hobby masing-masing. Tak terasa sudah larut malam, Arief pun off dari chating dan segera pergi tidur.

∞∞∞
           ..Krrrrrriiiiiiiinnnnnnngggggggg..
           Bel berbunyi menandakan waktu istirahat. Murid-murid keluar dari kelas dengan berdesak-desakan. Andre bergegas menuju kantin seorang diri. Seperti biasanya, Arief duduk di kursi depan ruang kelasnya untuk berchating ria. Tak berapa lama, Andre kembali dari kantin dengan membawa banyak makanan kecil dan dua kaleng minuman dingin. Dia pun segera menghampiri Arief.

           “nih pesanan loe.” Kata Andre sambil memberikan tiga snack dan satu minuman dingin
           “Thank’s ya sob.” Ucap Arief sambil membuka minumannya
           “Iya.. Gue ke toilet dulu bentar. Nitip ya, awas loe makan snack gue.”
           “Nggak percayaan amat sih loe ma teman sendiri. Saat loe kembali, makanan loe masih utuh kok.”
           “Iya.. Iya.. Gue percaya ama loe.” Kata Andre kemudian pergi

           Arief pun melanjutkan berchating ria sambil memakan makanan yang tadi dibeli Andre untuknya. Saat melihat nick Acha online, Arief pun segera mengajak Acha untuk chat. Tak berapa lama, Acha kemudian membalas chatnya. Ternyata Acha anaknya asik untuk diajak ngobrol. Lama-lama Arief pun jatuh hati kepada Acha. Tanpa mereka berdua sadari, jarak mereka berdua tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk. Arief meminta nomer hape Acha dan berinisiatif mengajak Acha kopdar (kopi darat) sabtu malam ini, Acha pun menerima ajakan Arief tersebut dan memberikan nomer hapenya kepada Arief. Dari kejauhan, terlihat Andre sedang berbicara dengan seorang cewek. Setelah selesai berbicara dengan cewek tersebut, Andre segera menghampiri Arief.

           “Barusan loe ngomong ma siapa , Ndre?” Tanya Arief
           “Ma Acha, ketua OSIS di sekolah kita. Biasa lah, masalah Osis” Jawab Andre
           “Hach?? Acha?? Ketua OSIS cewek??” Kata Arief kaget, minuman yang diminumnya tanpa sengaja muncrat ke wajah Andre.
           “Kalau kaget biasa aja donk, nggak usah lebay pake acara muncrat segala. Ntar hilang lagi aura kegantengan gue.” Kata Andre dengan pedenya.
           “Ganteng pala loe pitak. Haha.. Kalau dilihat dari sedotan mah, baru loe ganteng. Itu juga sedotannya dilihat dari menara Eifell.. Hahahah.. Kata Arief ngakak sehingga membuat Andre manyun semanyun-manyunnya.
           “Elu kalau nggak chating,, ngeledek mulu kerjaan nya.. huch!!”
           “Sorry sob. Hehehe.”
           “Oya, kenapa loe kaget dengar nama Acha? Ada apa nich?” Selidik Andre
           “Nggak apa-apa kok. Hehe.. Ada ya Ketua OSIS cewek.”
           “Elu haha hehe haha hehe dari tadi, bosen gue dengernya. Ada Lah, buktinya si Acha tuh. Makanya loe jangan chating mulu.” Komenter Andre
           “Iya bawel. Udah yuk masuk, udah bel nih.” Kata Arief.

           Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas. Arief masih memikirkan Acha. Dalam batinnya bertanya-tanya, “apa mungkin Acha itu adalah Acha ketua OSIS di sekolah gue? Hmm, sabtu malam gue bakal tao ama dia.”

∞∞∞
           Malam yang dinanti pun tiba, Arief bersiap-siap untuk kopdar bersama Acha di tempat yang sudah mereka sepakati. Beberapa kali dia membaca sms Acha, “Ingat, Café Cinta. Loe pake baju hitam kan? Gue pake dress biru langit.” Arief tiba di café sepuluh menit lebih awal dari waktu yang telah di sepakati. Ternyata Acha telah duduk manis di tempat tersebut. Arief pun segera menghampirinya.

           “Acha kan?” Sapa Arief dengan ragu, takut salah orang. Karna saat itu Acha membelakanginya.
           “Iya. Loe Arief ya.” Kata Acha kemudian membalikkan badannya menghadap Arief. Arief terkejut, sepertinya dia pernah melihat Acha. Hampir saja dia terpesona akan kecantikan Acha.
           “Iya.. Hmm.. Loe bukannya yang kemaren ngobrol ma Andre di depan lapangan kan? Kalau nggak salah, loe ketua OSIS” Tanya Arief memastikan
           “Iya. Loe temennya Andre ya.”
           “Yups.. Andre sohib gue.”
           “Duduk Rief, nggak enak ngobrol sambil berdiri.”
           “Iya..” Jawab Arief grogi

           Mereka berdua mengobrol dengan santai. Arief tak kuasa menahan perasaannya. Dia mencoba untuk tenang. Akhirnya Arief pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Acha.

           “Cha, gue mau ngomong sesuatu sama loe.” Kata Arief gugup
           “Ngomong aja lagi, nggak ada yang ngelarang kok.” Ucap Acha sambil tersenyum
           “Loe mau nggak Cha, jadi cewek gue? Walaupun kita baru ketemu ya, tapi gue ngerasa nyaman aja waktu chating sama loe. Gue bener-bener sayang sama loe, Cha. Gue jatuh cinta sama loe pada chating pertama.” Kata Arief
           “Gimana ya.” Kata Acha sambil berpikir
           “Loe mau kan Cha, jadi cewek gue. Gue butuh jawaban loe sekarang.” Kata Arief dengan sedikit memohon
           “Ya udah, gue mau jadi cewek loe.” Jawab Acha
           “Yes.. Makasih ya, Cha. Sekarang kita resmi jadian nih.” Kata Arief senang
           “Iya.” Jawab Acha
           “Gue sayang sama loe, Cha. Gue nggak bakal ngecewain loe.”
           “Gue juga sayang sama loe.”

           Akhirnya Arief pun menemukan cintanya. Arief sangat senang, begitupun dengan Acha. Andre terkejut dan tidak percaya mendengar kabar kalau Arief jadian dengan Acha. Tak berapa lama, Andre pun mengikuti jejak Arief menjadi maniak chating, dengan satu tujuan yaitu dapat jodoh. Arief hanya tertawa melihat tingkah Andre. Setelah dipikir-pikir, Arief masih tak menyangka dari sebuah chating dia bisa menemukan cinta.

∞∞ The End ∞∞

Cerpen Cinta : Dewiku

oleh: Ibnu Sinyal

pagi buta saat semua anak dikelasnya sibuk menyalin pe-er dikelas ardhi tampak gelisah mondar mandir didepan kelas sesekali wajahnya menatap kearah pintu gerbang dan wajahnya pun kembali murung. wajah ardhi semakin

cemas saat matahari mulai meninggi.. dan wajahnya mulai cerah saat dia melihat seorang gadis manis dengan tas

selempang berjalan kearahnya.. gadis itu zara gadis yang sedari pagi dia tunggu-tungu kehadiranya dengan mimik

sumringah ardhi menyambutnya.. "hai kemana aja sih jam segini baru datang aku kan kuatir ntar kamu telat trus dihukum" koar ardhi begitu

zara ada didepannya. zara tampak bersikap dingin dan mengambil sesuatu dari dalam tas selempangnya , zara mengeluarkan buku tugas

kimianya lalu menyerahkannya pada ardhi.

"udah gak usah basa-basi kamu nungguiin aku mau nyontek pe-er kan nich..." ujar zara dingin.

" hee hee tau aja kamu,, abis semalam aku ketiduran" bales ardhi cengengesan.

"ketiduran kok tiap hari bilang aja.. males buruan salin deh ntar keburu masuk lagi "

" ya udah ku nyalin dulu ya makasih he..he"

"iya " ujar zara males karna udah hampir tiap hari ardhi selalu begitu, manis saat ada butuhnya..

ardhi melesat pergi mencari tempat yang aman untuk menyalin tugas . sementar zara masuk kedalam kelas yang riuh oleh mahluk2 malas yang

belum mengerjakan pe-er . mereka duduk menbundar mengelilingi sebuah buku yg pe-ernya sudah dikerjakan. sambil sesekali melirik jam

dinding lalu buru-buru kembali menyalin dengan raut muka yang pucat pasi takut bel keburu berbunyi .. sebelum mereka sempat menyalin

semua .. ditengah kapanikan teman 2nya yang saling tarik - buku catatan itu .. tiba2 ardhi muncul sambil menggedor-gedor papan tulis.

"to..tok huh gimana negara kita mau maju kalo terus-terusan begini.. pe-er dikerjakan dirumah hoi.." koar ardhi menambah panik seluruh

suasana yang langsung mendapat reaksi keras dari temen2nya yang kalang kabut menyalin tugas disisa-sisa waktu mereka.

"huuuuuh kayak lo ya nggak aja..!"Protes anak-anak sewot campur panik

ardhi berjalan penuh kemenangan diantara kerumunan temen_temannya yang panik bukan kepalang membayangkan seandainya tidak selesai

 menyalin bakalan digantung MR . yon sebutan mereka untuk guru kimia mereka yang galaknya naudubilliah.. ia langsung menghampiri zara

yang tersenyum geli melihat tingkah ardhi.

"huh makasih ya za atas pengertian lo..! nih bukunya " ujar ardhi yang menyalin lebih cepat karena bukunya gak rebutan dan emang sudah

terbiasa nyalin pe-er dengan waktu yang singkat

"perez lo kalo gini aja maniis banget ! coba kalo gak butuh pasti aku cuekin, dasar"

"ow-ow nggak akan dan mungkin ardhi nyuekin gadis multi talent kayak kamu za" koar ardhi dengan rayuan basinya, karna zara udah terlalu

sering digituin .

"ugh ga ada yang lain apa"

"hee belum ngarang nich kasih ide donk..! " koar ardhi cengngesan.

"mmm dhii!" panggil zara malu-malu.

" apaa!"

" aku bisa minta tolong nggak ? tapi kalo nggak bisa juga nggak papa koq" ucapnya ragu-ragu.

" ya ampun za.. ! kalo aku bisa pasti aku mau apaan sih" tanya ardhi penasaran .

"bener nih"

" yakin deh.. apasih yang nggak buat lo auww"

tiba-tiba ardhi di cubit keraas sama zara.

" gombal.. lo..! mm ntar sore anterin ketoko bukunya bisa kan " pinta zara penuh harap.

" ntar sore" ardhi tampak mikir2 sementara zara berharap2 cemas.. " bisa ..! aku anterin" ujar ardhi mantap.

" bener loya awas lo..! jam tiga sore yaa"

" siip! tapi beliin bensin ya lagi bokek nih hee hee!" ujar ardhi cengengesan.

"dasar pelit ! kalo buat cewek lain aja nggak bokek"
-------------------- ----------------------- ---------------------------------------------

dan benar sore hari ardhi menepati janjinya mengantarkan zara ketoko buku mereka berpisah zara sibuk dirak buku tentang sains sementara

ardhi sibuk membaca komik sinchan yang sudah kebuka dasar nggak mau rugi ardhi membaca dengan asyiknya tanpa ada rencana buat beli.

hinga akhirnya ada tangan lembut yang menyentuhnya.

"hei dhii balik yuk" ujar zara mengagetkan ardhi yang lagi asyik baca komik.

" eh udah selesai za nyari bukunya cepet amat"

" ya aku kasian ma kamu pasti bosen nungunya"

"nggak koq' justru aku seneng jadi bisa baca komik gratis hee hee"

zara tersenyum geli melihat ardhi yang udah gede ternyata masih suka baca sinchan.

"sukur deh nih aq ad sesuatu buat kamu.." ujar zara menyerahkan sebuah buku kumpulan rumus-rumus ipa..

"oh makasih za. kebetulan aku juga nyari buku ini lo" ujar ardhi basa basi padahal baru liat sampulnya aja ardhi udah pusing2 belum menbaca

bisa meriang dia.  tapi karena zara yang ngasih ardhi pura-pura suka.

" dhi aku ngasih ini berharap dengan ini kamu mulai mau ngerjain tugas-tugas kamu sendiri..! jangan ngandalin aku terus bentar lagi kan UAN..

maaf ya dhi bukannya aku gak mau nyontekin kamu terus tapi aku pengen kamu sukses dhi..! karna aku nggak mungkin akan bantuain kamu

ngerjain tugas terus" terang zara panjang lebar , membuat ardhi terdiam tak menyangka zara sebegitu memikirkanya, ardhi jadi merasa

bersalah selama ini hanya memanfaatkan zara yang begitu baik padanya.

ardhi masih terdiam tak bisa berkata-kata apa-apa lagi.

"dhi maaf kalo aku nyinggung kamu, kamu boleh koq nggak nerima ini,, dan nyegat aku tiap pagi buat nyontek pe-er" ucap zara merasa nggak

enak hati melihat ardhi hanya terdiam.

"huuuh kamu bener za aku nggak bisa terus ngandalin kamu ! suatu saat aku harus berdri sendiri maksih atas bukunya .. kamu mau kan nganjari aku"

"pasti dhi......! asal ada uang privatnya aja hee hee" ujar zara cengengesan.

"dasar...!"

------------------ --------------------------- ------------------------------------

zara berjalan santai menuju kelasnya pagi ini
 ardhi masih menyegat dia untuk nyontek pe-er tapi makin jarang-dan jarang ,sampai akhirnya tak pernah lagi menunggu didepan kelas untuk

nyalin pe-er lagi walau zara kadang merasa kehilangan tapi dia senang melihat ardhi bisa berubah.

ardhi tiba-tiba menghampiri bangku zara sesuatu yang belakangan jarang dilakukannya.

"hai za"

" ardhi tumben..! da perlu apa nih" ujar zara yang sebenarnya kangen semenjak ardhi bisa ngerjai semua sendiri ia jadi jarang nyamperin zara
lagi.

"aku kesini gak pengen bicara soal pelajaran lagi .tapi pengen ngajak kamu nonton mau ya.. ya..!" ujar ardhi sambil mengedip-ngedipkan mata

konyol.

"boleeh" jawab zara sanbil tersenyum super manis pada ardhi, ungkapan rasa kangen belakangan jarang berbincang....
***

Cerpen Cinta : Akhir Kisah Kita

Oleh: Sania Dewanti

Pagi ini matahari baru muncul dari ufuk Timur. Kaca jendela rumahku masih basah oleh embun, suasana dingin menyergapku sampai menusuk tulang. Pagi ini rasanya malas sekali keluar dari tempat tidurku dan pergi ke sekolah. Kalau tidak dibangun paksa ibu,aku pasti bakalan kebablasan bangun sampai siang. Seperti biasanya ayah mengantarku ke SMA 123 yang cukup terkenal di Bandung. Sesampainya di gerbang cepat-cepat aku berlari menuju kelas. Aku mengumpat “Huh,masih harus naik 2 anak tangga lagi,bakalan terlambat nih!”. Sesampainya di pintu kelas,ternyata bu Murni sudah mengabsen muridnya dari tadi. Bu Murni yang melihatku diluar kelas langsung menutup pintu dan tidak memperbolehkanku masuk. Dengan langkah lunglai aku duduk di bangku depan kelasku dan menunggu sampai pelajaran Biology selesai. “Aduh,sial banget sih aku hari ini!Harusnya tadi gak usah pake acara sarapan dulu dirumah”,aku memaki diriku sendiri.
    Tak lama kemudian dari kejauhan aku melihat seorang anak laki” berlari lari. Kutajamkan penglihatanku. “Astaga! Itu kan Kemal! Jadi dia telat juga”,teriakku. Kemal adalah teman yang paling pintar dikelasku. Dia itu orangnya nyebelin sekaligus cowok yang kusukai semenjak aku duduk didepannya. Sekarang dia udah berada di depanku. “Bu Murni udah masuk kelas ya?” tanyanya dingin. Aku mengangguk. “Dasar! Mau nanya aja sikapnya udah angkuh begitu”pikirku dalam hati. Dia pun duduk di bangku sebelahku dan menunggu sampai bel pelajaran pertama usai. 10 menit kami diam tanpa bicara. Akhirnya aku ngajak dia ngobrol,sekaligus nanya soal mtk. Dia kan emang paling jago mtk dikelasku. “Eh,kamu udah ngerjain tugas Mtk belum?Boleh nanya gak?”tanyaku. “Sudah, lo mau nanya?Sorry ya gue lagi sibuk!” katanya masih bernada dingin. Aku jadi diam. “Huh,sibuk apanya?!Dari tadi juga main hp. Bilang aja gak mau bantuin.”kataku dalam hati. Kami masih duduk sampai bel pelajaran pertama usai.
    Kriiiiiiiiiiiing. Bu Marni pun keluar dari kelas. Aku dan Kemal segera masuk dan duduk ditempat duduk kami. Saat pelajaran Mtk pun di juga nyebelin setengah mati.”Sssst,Kemal. Tunjukkin rumus yang nomor 2 dong”,kataku sambil memohon. “Nomor 2? Masa nomor 2 aja lo gak tau sih.Pasti lo gak merhatiin guru nerangin tadi ya?Lo cari aja di buku!Salah lo sendiri gak merhatiin”,bukannya ngasih tau,dia malah marah-marah.Aku udah kesel banget. Sampai saat bel jam pulang pun aku masih kesal dengan Kemal. Saat jalan kaki menuju rumahku,aku marah” gak jelas. “Ih,salah apa sih aku sama Kemal!Kok dia jahat amat sih.Aku doa’in dia dapat musibah”,kutukku. Eh,gak taunya malah aku yang jatuh. Gara gara marah marah aku sampai gak ngeliat parit yang cukup dalam didepanku. Duh!Rasanya sakit banget.Gak kuat berdiri. Mana gak ada orang lagi buat dimintai tolong. “Heh!Mau berapa lama lo diem disitu”,kulihat arah sura itu berasal.Ternyata……Kemal! “Bisa berdiri gak?”,tanyanya. Berusaha kugerakkan kakiku,rasanya sakit sekali.Ternyata dia mengerti keadaanku langsung memapah tubuhku dan menggendongku ke belakang. Aku kaget,baru kali ini aku digendong,sama cowok pula!Dan cowok yang kusukai lagi. Mimpi apa aku semalam,meskipun dia nyebelin,tapi gak pernah ngurangi rasa sukaku dengannya.Aku jadi tersenyum sendiri. “Eh,rumah lo dimana sih? Dideket sini ya?,tannyanya. “Iya,diperumahan sana belok kiri,terus dipertigaan belok kanan.Nyampe deh”,ujarku. “Oh,terus kenapa lo bisa jatoh tadi?dasar bego!”katanya. “Gak kok,tadi cuma kepeleset aja”kataku berbohong.Gak mungkinkan aku jawab kalo aku jatuh karena mikirin dia. “Kemal,aku mau nanya,kok kamu sentimen sih sama aku tadi di sekolah. Aku kan cuma nannya baik baik,jawabnya malah ketus begitu. Kan kita bisa jadi temen”kataku. “Soal yang itu gue minta maaf deh.Abis lo sih!Gue tu lagi serius ngerjain soal malah lo ganggu”katanya “Serius nih?Berarti kita udah temenan kan?”ujarku berseri seri. “Terserah apa kata lo deh. Nih udah nyampe.Badan lo kecil tapi beratnya minta ampun”. Aku pun nyengir dan cuma bilang makasih dengannya. Dengan jalan terpincang pincang aku masuk kerumah. Hari ini seneng banget!
    Semenjak kejadian itu sikap Kemal kepadaku berubah.Kami jadi akrab.Main bareng bareng,jajan bareng bareng,belajar bareng bareng,tidurpun bareng bareng(haha,gak mungkin lah). Tapi semenjak sebulan terakhir,Kemal menghindariku dan gak mau main denganku. Sampai suatu hari aku melihatnya bergandengan tangan dengan seorang cewek berkulit putih dan cantik didepan gereja seusai dia berdo’a. Hatiku saat itu remuk. Malamnya aku berdoa, “Ya Allah,salahkah bila aku tulus mencintainya? Aku tau kami berbeda keyakinan. Tapi aku tak bisa bohong kalau selama ini rasa sayang ini semakin bertambah. Aku mencintainya hanya karenaMu ya Allah. Jikalau kami berjodoh nanti,maka dekatkanlah kami”,aku berdo’a khusyuk sekali.
    Seminggu berlalu Kemal tidak masuk sekolah.Kudengar kalau dia masuk rumah sakit. Sorenya langsung ketumui dia di rumah sakit. Aku terkejut melihat kepalanya yang sedikit botak “Kemal,kamu kok sebulan ini ngehindari aku sih?Terus kok bisa dirawat dirumah sakit?Sakit apa?”,tanyaku cemas.Kemudian dia memegang tanganku.Aku kaget,tapi tidak kutolak tangannya memegang tanganku. “La,gue pengen ngomong jujur ke elo.Sebenarnya gue ngehindarin lo biar bisa ngilangin perasaan suka gue ke elo.Gue sayang sama elo!”. Aku kaget bukan main.Jantungku berdegup kencang.Kemal?Suka sama aku? Impossible! “Ah,kamu.Jangan bercanda?Udah sakit masih sempat sempatnya bercanda”,kataku masih tak percaya. “Gak,gue gak sedang bercanda.Gue suka sama elo La. Gue ngehindari lo karena kita berbeda keyakinan.Dan gue tau itu salah.Tapi gue gak bisa bohong dan nutupi rasa sayang gue ke elo. Dan juga sekarang gue kena penyakit Kanker otak semenjak gue sd. Gue gak mau nyusahin elo karena penyakit gue ini”katanya. Apa!Kemal kena kanker? Rasanya aku ingin sekali menangis. “Mal,aku tau kita gak seiman.Aku meyakini Allah S.W.T sebagai Tuhanku dan kamu meyakini Isa Al-Masih sebagai Tuhanmu.Tapi hendaknya jikalau kita berjodoh,Tuhan gak bakalan misahain kita dengan penyakitmu ini”,kataku sesegukan. “La,udah jangan nangis.Gue gak suka liat lo nangis.”katanya sembari ngusapin air mataku. “Makanya jangan buat aku nangis dong,kamu harus kuat.Kemal yang kukenal adalah cowok yang kuat dan gak pernah mau kalah”,kataku berusaha tersenyum. “La,kamu mau gak nurutun permintaan ku. Satuuuu aja”,pintanya. Aku mengangguk,ini kali pertamanya di bicara menggunakan aku-kamu. “Tolong kamu ajari aku sholat,aku tau kita pasti bisa bersama jika kita satu keyakinan. Sekarang umurku udah 18 tahun.Aku berhak menentukan jalan hidupku sendiri.Mama Papa pasti ngijinin aku masuk Islam.Dan aku mencintaimu hanya karena Allah”katanya lemah. Aku terkejut karena disaat keadaannya seperti itu dia malah minta diajarin sholat dan ingin masuk islam. Aku pun membantunya berdiri dan membantunya berwudhu. Lalu mengajarinya sholat. Setelah itu sayup sayup kudengar dia mengucapkan “asyhadu an-laa ilaaha illallaa, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah”. Aku kaget bukan main.Ternyata dia hafal 2 kalimat syahadat tanpa kuketahui sebelumnya. Dan disaat itu pula nafasnya berhenti dan meninggalkanku selamanya. Aku menangis sejadi jadinya. Tapi aku tau,ini sudah takdir Allah. Aku tak boleh menyesalinya. Kemal….adalah cowok pertama yang mengenalkanku apa artinya cinta dan kasih sayang dan kewajibanku sebagai seorang Muslim
 
TAMAT

Cerpen Cinta : Kau Lebih Dari Indah

Oleh: Umi Kulsum - Nama ku Winda, Aku menemukan cinta pertama aku saat aku duduk di kelas 1 smp. Mungkin terlalu dini untuk aku mengenal arti cinta saat usia aku baru menginjak angka 13. Aku menemukan pacar pertama aku melalui Hp, Ketika itu Ada nomor nyasar di hp aku, Dan akhirnya kisah kita berlanjut, Saat itu hanya dia lah yang dapat mengerti semua suasana hati aku. Namanya Resa Suharsanto.


Sejak kepergian ayah aku entah mengapa rasanya aku betul-betul kehilangan sosok seorang ayah, Namun setelah kehadiran Resa, Aku menemukan kembali kasih sayang seorang ayah. Walau aku belum mengetahui seperti apa wajah Resa yang selama ini hanya aku kenal melalui handphone seluler ku.

Siang itu tepatnya Hari jumat Aku dan resa sepakat untuk bertemu di rumah salah satu sahabat aku indri namanya, Seusai pulang solat jumat. Entah mengapa hati aku jadi tak karuan saat ingin bertemu dengan resa.
               “win itu kayanya resa deh”ucap Indri sambil menunjuk ke seorang laki-laki yang sedang mengendari motor mio.
Aku pun menoleh ke arah yang di tunjuk Indri, dan lelaki itu pun menoleh ke arah aku, lalu dia menghampiri aku.
               “hai.. kamu winda yah” sapa resa menunjuk aku
Entah mengapa hati aku berdegub begitu kencang ketika aku melihatnya
               “iya aku winda, oya kenalin ini sahabat aku indri” jawab aku dengan perasaan grogi
               “mending ngobrolnya di dalam aja” kata indri mengajak aku dan resa ke dalam rumahnya.
Aku dan Resa pun masuk ke dalam rumah indri,Resa duduk di samping aku,sungguh entah apa yang aku rasakan ada persaan yang tak pernah aku ketahui dan tak aku mengerti.
               “Kamu dari tadi di sini” tanya resa
               “yah lumayan dari pas pulang sekolah, aku langsung ke sini” jawab aku
               “udah bilang belum sama mama kalau kamu mau main dulu, nanti mama nyariin lagi” ujar resa
               “udah” jawab aku singkat, jujur entah mengapa aku tak kuasa menatap dia terlalu lama, karena perasaan ini terlalu menguasai aku dan aku takut persaan ini di ketahui oleh resa.
               “ini minumannya udah datang di minum yah, jangan di liatin aja” ujar indri pada kami dan pergi meninggalkan kami berdua.
Setelah kepergian indri suasana menjadi hening tak ada pembicaraan antara aku dan resa. Ketika aku melirik ke arah resa, aku dapati dia sedang memperhatikan aku.
               “Kamu kenapa sih,liatin aku kaya gitu”tanya aku yang mulai risih dengan padangan resa padaku
               “ga apa-apa, aku seneng aja liat kamu abis kamu manis banget sih” jawabnya
               “ih.. kamu bisa aja” jawab aku dengan malu-malu.
Namun dia tetap menatapku .
               “udah atuh jangan kaya gitu” ucap aku sambil memalingkan wajahnya dengan tangan aku.
               “ih.. pelit banget sih kamu mentang-mentang manis,” jawab resa sambil mencubit pipi aku.
Suasana berubah menjadi begitu ceria, Resa memang selalu membuat suasana hati aku menjadi begitu bahagia. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.
               “yah kayanya aku harus pulang,soalnya aku harus nganterin mama aku dulu, ayo pulang” ucap resa sambil menarik lengan aku
               “nanti aja, aku mau bantuin indri beres-beres dulu” jawab aku
               “udah sana pulang, kalau kaya gini mah kecil buat gue ga nyampe setengah menit” ucap indri mempropokasikan
               “iihh .. indri makasih banget yah atas semuanya” ucap aku
               “yah nyantai aja, lagian rumah gue kan jadi rame gara-gara ada kalian, sering-sering yah kesini biar ga sepi ni rumah” ucap indri dengan tulus
               “kita pulang dulu yah ndri” pamit resa
Akhirnya, aku pulang bersama resa, tak ada pembicaraan selama perjalanan, hingga akhirnya aku sampai di gang rumah aku dan mengucapkan terima kasih pada resa.

Setelah pertemuan itu Aku dan Resa menjadi semakin akrab, dia sering mengantar atau menjemput aku ke sekolah. Padahal sekolah aku begitu jauh di banding sekolahnya.
Tanpa terasa 1 bulan sudah aku mengenal resa. Saat aku sedang belajar hp ku bergetar ternyata ada sms dari resa

Nanti pulang sekolah aku jemput yah,
Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kamu
Tunggu aku datang yah 
Aku pun membalasnya
Okay... 
Tapi jangan lama-lama yah datangnya

Entah apa yang ingin resa katakan pada aku,pikiran itu terus menghantaui aku hingga jam sekolah pun berakhir.
Ketika aku berniat sms resa ,tapi hp aku malah bergetar terlebih dahulu ketika aku lihat ternyata dari resa

Aku udah sampai
Sekarang aku ada di depan gerbang
Kamu udah pulang belum??
Sambil berjalan aku pun membalas sms darinya
Udah
Tunggu yah aku lagi jalan ke gerbang

Dari kejauhan telah tampak resa yang sedang duduk di atas motornya menunggu aku, aku pun mempercepat langkah aku.
               “hai udah lama nunggunya” ucap aku setelah sampai di hadapannya
               “ga kok, ayo naik” jawabnya tersenyum manis
Kami pun pergi dan sampai di sebuah danau yang indah
               “waah bagus banget pemandangannya” ucap aku berdecak kagum melihat sekeliling aku
               “iya ini tempat paling spesial, biasanya kalau aku lagi sumpek aku kesini untuk ungkapin semua perasaan aku” ucap resa menjelaskan
               “win aku mau ngomong sesuatu sama kamu” lanjut resa dengan wajah serius sambil memegang kedua tangan aku
               Resa pun melanjutkan kata-katanya” buat aku ini waktu yang tepat untuk ungkapin semua rasa yang aku rasain sama kamu dan ini adalah tempat yang tepat buat aku ungkapin ini semua, udah 1 bulan aku kenal kamu, sejak aku kenal kamu entah kenapa aku ngerasa nyaman sama kamu dan akhir-akhir ini rasa itu semakin besar” suasana hening sejenak
               “win aku sayang kamu, kamu mau kan jalani hari-hari kamu sama aku dan temani aku, Kamu mau kan jadi pacar aku” ucap resa terlihat keseriusan dan ketulusan dari matanya
Aku terdiam mendengar kata-katanya ternyata selama ini aku dan resa memiliki rasa yang sama
               “win aku harap kamu bisa jawab pertanyaan ku sekarang” ucap resa membuyarkan pikiranku
               “aku mau jadi pacar kamu, tapi aku belum boleh pacaran sama keluarga aku” jawab aku dengan menundukan kepala
               “aku tau kok kondisi kamu kaya apa, itu bukan hal yang harus di permasalahkan, aku bakal nunggu kamu sampai keluarga mu mengizinkan kamu pacaran” jawab resa sambil mengangkat kepala aku dan memeluk aku.
Hari ini Resa bukanlah sahabat aku lagi tapi kini aku bisa memiliki dia seutuhnya rasanya bahagia sekali bisa memiliki dia seutuhnya
Hari-hari yang aku lalui kini menjadi lebih indah. Semua dapat aku atasi dengan baik karena resa selalu ada dan selalu siap membantu aku saat aku sedang membutuhkannya.

Tanpa terasa hubungan kami pun telah berjalan satu tahun,tahun pertama dapat kita lalui dengan baik tanpa ada sedikit pun masalah rasa sayang ini pun makin besar padanya. Hari ini dia mengajakku untuk merayakan hari jadian kita, tapi sayangnya aku ga bisa karena hari ini ada ekskul yang tidak bisa aku tinggalkan, untungnya resa dapat mengerti. Pulang ekskul aku di jemput olehnya. Dia pun memulai pembicaraan antara kita.
               ”yank besok kamu bisa ga temenin aku ke ultah temen aku” tanya resa sambil mengendarai motornya
              “yah yank kayanya ga bisa deh, soalnya besok ada ekskul lagi yank” jawab aku
              “please yank temeninn aku, kan udah beberapa bulan ini kamu sibuk sama ekskul kamu, sehari aja temenin aku, soalnya temen-temen aku pada bawa pacar yank” ucap resa sambil merengek
              “liat besok yah yank,kalau aku dapat izin dari pembinaku, emang kapan acaranya” jawabku dengan perasaan bingung
              “pulang sekolah yank,masalahnya dia temen deket aku yank, ga datang ga enak akunya” ucapnya dengan rasa kecewa dengan jawaban aku.
              “iya sayang aku besok aku usahain”jawab aku berusaha mencairkan suasana
              “janji yah” ucapnya memastikan
              “iya” jawab aku
Tak terasa perjalan harus berakhir aku pun turun dari motor resa
              “makasih yah yank” ucap aku tersenyum manis
              “iya, nyampe rumah langsung mandi, makan, sholat terus istirahat yah” ucapnya memperhatikan aku
               “oke bos, hati-hati yah di jalan” jawab aku dengan penuh senyum
Resa pun pergi meninggalkan aku.

Hari ini seusai jam pelajaran aku menemui pembina aku untuk minta izin, karena aku tidak bisa mengikuti ekskul hari ini, awalnya sih ga boleh tapi akhirnya aku dapati izin itu. Setelah aku beritahu resa, dia pun menjemput aku dan kami pun pergi ke sebuah tempat makan. Disana sudah banyak sekali teman resa. Aku pun di perkenalkan satu persatu kepada temannya itu. Acara pun di mulai. Seusai acara kita semua ngobrol-ngobrol.
               “oya sambil ngobrol, enaknya sambil ngerokok ni” ucap andi salah satu teman resa sambil mengeluarkan beberapa bungkus rokok dari tasnya.
Resapun ikut menhgambil rokok-rokok itu, jujur aku kaget melihat resa merokok, selama 1 tahun ini aku tidak pernah melihatnya merokok.
               “ternyata dia seorang perokok” gumam aku dalam hati.
Sepanjang obralan mereka aku perhatikan resa sudah menghisap sebungkus rokok, Hingga akhirnya acara pun selesai aku dan resa pun pulang. Sepanjang jalan aku hanya diam, sungguh aku kesal ikut dengannya hari ini, di tengah perjalanan aku meminta dia untuk singgah di sebuah taman di pinggir jalan yang kita lewati.
               “Ada apa sih yank” tanya resa bingung karena aku menyuruhnya berhenti
               “Ada yang pingin aku omongin sama kamu” jawab aku dengan nada kesal
Resa pun mengikuti aku, Hingga kita terhenti pada sebuah tempat
               “apa yang mau kamu omongin”tanya resa mulai kesal
               “sejak kapan kamu merokok, kenapa selama ini di hadapan aku, kamu ga pernah melakukan hal itu. Apa memang ini yang selalu kamu lakuin kalau sama temen-temen kamu selama ini” ucap aku dengan penuh emosi
               “udah lumayan lama yank aku ngerokok, aku tau dari indri kalau kamu tuh ga suka sama laki-laki perokok, makannya selama ini aku ga pernah ngeroko di hadapan kamu” jelas resa dengan rasa bersalah
               “kamu tau aku ga suka rokok tapi kamu masih aja ngelakuin hal itu, dan kamu sembunyiin selama ini sama aku hal ini” ucap aku kesal
               “yank selama ini aku dah coba buat berhenti tapi ga semudah itu semua butuh proses dan sekarang juga aku lagi mengurangi rokok aku, aku cuman ga mau kehilangan kamu cuman gara-gara kebiasaan buruk aku ini” jawabnya kali ini nadanya mulai meninggi
               “mengurangi kamu bilang, tadi aja selama kamu ngobrol sama temen kamu, aku liat satu bungkus kamu habisin sendirian” ucap aku dengan emosi memuncak
               “yank sebelum aku kenal sama kamu, aku lebih parah dari yang kamu liat tadi” jawab resa lirih
               “aku cuman ga mau kamu sakit yank, rokok tuh ga baik buat kesehatan kamu” jawab aku dengan nada yang sedikit menurun
               “makasih yank, aku janji bakal nyoba buat terus berhenti merokok” jawab resa sambil mengelus kepala aku
Resa pun melanjutkan perjalanannya mengantarkan aku pulang hingga gang rumah aku. Semua masalah dapat terselesaikan dengan baik di tahun pertama ini.

Kini hubungan aku dan resa tak terasa telah memasuki tahun ke 2, Kali ini dia mengajak aku ke suatu tempat yang tak kalah indahnya dengan danau tempat kita jadian,tapi jaraknya cukup jauh di sana Resa memberikan aku kalung hati yang tertulis nama kita berdua satu di simpan olehnya dan satu lagi oleh aku,Namun tiba-tiba hujan turun karena tidak ada tempat berteduh resa pun mengajak aku mencari tempat untuk berteduh sambil mengendari motornya, setengah perjalanan telah kita lalui hingga akhirnya kita menemukan sebuah halte.”yank kita neduh dulu yah”ucapnya dengan suara menggigil
Aku dan resa pun segera meneduh di halte tersebut, Di lihatnya aku begitu kedinginan dia pun memakaikan jaketnya kepada aku
               “pakai yank nanti kamu sakit lagi,”ucapnya sambil membuka kaca helmnya
Aku sungguh terkejut ketika aku lihat wajahnya begitu pucat “kok wajah kamu pucat banget sih,kamu ga apa-apakan?”jawab aku sangat khawatir.
               “ga apa-apa kok yank”jawabnya sambil menutup kembali kaca helmnya
Setelah ujan reda Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan, Di sepanjang jalan aku mendengar resa tak berhenti batuk
               “Huunk..uuuhhuuk yank kerumah aku dulu yah”ucapnya masih dengan nada menggigil dan terdengar begitu lemah
               “ya udah”jawab aku dengan rasa khawatir karena dari tadi resa tak berhenti batuk
Sesampai dirumah resa,aku di sambut hangat oleh keluarganya
               “kalian kok basah kuyup begini sih”ucap ibu resa kaget melihat kami berdua
               “iya tante tadi kita keujanan di jalan,nyari tempat teduh susah banget”jawab aku sedikit canggung
               “ya udah kalian ganti baju dulu sana, abis itu makan siang dah”ucap ibu resa begitu ramah
Aku dan resa pun berganti baju, Aku di pinjami baju oleh kakak Rita kakaknya resa, Resa adalah anak ke2 dari 3 bersaudara,dia punya kakak perempuan dan adik laki-laki yang begitu mirip denganya namanya reza, Seusai berganti pakaian aku ikut nimbrung bersama keluarga resa dan makan bersama mereka, entah mengapa aku merasa sudah lama mengenal mereka,mereka begitu baik dan ramah pada ku,padahal ini pertama kalinya aku mengfenal keluarga resa. Satu jam sudah aku bersama keluarga mereka, namun resa tak juga turun dari kamarnya.
               “Resa kok lama banget yah di atas,sebentar yah win tante liat dulu”ucap mama resa
Aku hanya tersenyum, tapi entah kenapa perasaan aku merasa tidak enak aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada resa, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.Sejam berlalu ibunya resa baru turun dari kamar resa.
               “resanya kemana tante”tanya aku bingung karena resa tak ikut turun dari kamarnya
               “ada kok, tapi kayanya dia demam dan tadi tante suruh dia istirahat, tadi resa pesan katanya kamu pulangnya di antar supir aja, takut mama kamu nyariin ”jawab ibu resa
               “ga apa-apa tante nanti saya naik angkutaan aja,oya tante kayanya saya harus pulang soalnya udah larut malam”ucap aku, Entah mengapa kekhawatiran aku semakin menjadi
               “kok buru-buru sih”ucap bapak resa
               “iya om soalnya aku takut ibu di rumah nyariin kan tadi ga bilang dulu, makasih yah om,tante,kakak atas semuanya dan maaf saya udah ngerepotin semuanya ni”jawab aku sambil berpamitan pada mereka
               “ga kok,kita malah senang kamu main ke sini”jawab kak rita
               “ia, tante dan om juga seneng kamu jangan kapok yah main kesini”ucap papa resa
               “sering-sering yah sayang main ke sini,janji yah”ucap mama resa sambil memeluk aku
Aku tersenyum menjawab ucapan mamanya resa, Begitu harmonis dan ramah sekali keluarga resa terhadap aku. Akhirnya aku di antar pulang oleh supir di rumah resa, Aku pulang tanpa aku tahu bagaimana keadaan resa,sempat aku sms dia selama di perjalanan,Namun tidak ada satu pun sms ku yang di balasnya olehnya.

Tak terasa 3 hari berlalu, Resa tak juga menghubungi aku, bingung apa lagi yang harus aku lakukan.perasaan aku begitu tak karuan ada rasa cemas dan kesal mengelayut di hati aku.
               “eh. Kenapa loe dari tadi gue liatin bengong aja”ucap indri membuyarkan lamunan aku
               “lagi sebel gue ndri sama resa”jawab aku cemberut
               “apa yang di lakuin sih resa sampai bikin loe bete gini”tanya indri begitu bersemangat
               “beberapa hari ini dia ga hubungin gue,sms ga di bales,telpon gue juga ga pernah di angkat”jelas aku
               “kok bisa,loe bikin salah kali, atau dia punya cewe baru”ucap indri meledek aku
               “ih jahat banget sih loe”ucap aku kesal
               “hheehee.. ceritain dong sama gue asal mulanya sampai kaya gini”ucap indri memohon
Akhirnya aku cerita kan apa yang terjadi dengan kami, dan indri menyarakan aku untuk berkunjung kerumah resa sehabis pulang sekolah.
Usai pelajaran aku dan indri pun pergi kerumah resa,tapi ternyata aku tak mendapati hasil sesampai di rumahnya tak ada seorang pun yang aku temui, Rumah resa terlihat sepi dan kosong. Bahkan pembantu di rumahnya pun tak ada.
               “udahlah mungkin mereka lagi pada pergi kali, nanti kita coba lagi yah”ucap indri mencoba menghibur aku
               “mending kalau pergi datang lagi,tapi kalau mereka pindah rumah gimana ndri”ucap aku kecewa
               “itu semua ga akan terjadi,resa sayang sama loe dan dia ga akan ninggalin loe, percaya deh”ucap indri meyakinkan aku
               “kalau sayang dia ga akan giniin gue ndri”lirih aku
Indri hanya diam, tak mampu menjawab kata-kata terakhir aku.

Hari demi hari aku lewati tanpa resa semua begitu berubah, Tak ada lagi tawa yang tercipta kini hanya tersisa kesedihan. Tiba-tiba hp aku berdering, Ketika ada panggilan dari nomor yang tak aku kenal,
               “Asalamualaikum”ucap aku mengangkat telephone
               “walaikumsalam”jawab orang di serbang sana
               “maaf ini siapa yah”tanya aku pada seorang perempuan di serbang sana
               “ini kakak Rita”jawab suara di serbang sana
               “kakak rita, Apa kabar kakak dan ada apa yah kakak tumben telpon aku”ucap aku bingung
               “baik de,oya kakak pengen cerita sama kamu”ucap kakak rita begitu lirih.
               “Cerita aja kakak,siapa tau aku bisa bantu kakak”jawab aku
               “kakak bingung mau cerita sama siapa lagi, dan kakak inget kamu. Makannya kakak telphone kamu”ucap kak Rita
Kakak Rita pun mencerikan kisahnya bersama pacarnya yang belum mendapatkan restu dari orang tuanya,karena penampilan pacar kakak rita yang tak di sukai,padahal kakak rita sudah berkali-kali meminta pada pacarnya untuk mengganti penampilan pacarnya itu, namun yang di dapati oleh kakak rita yaitu kata putus,dan itu semua ga bisa kakak rita terima karena rasa sayang kakak rita udah begitu besar sama pacarnya itu.
               “ya udah lah kakak ngapain di pikirin cowo kaya gitu,cowo yang ga mau berkorban buat kakak,aku yakin suatu saat nanti akan ada cowo yang lebih baik yang bakal gantiin cowo kakak itu.dan rasa sayang itu lama-lama juga bakal hilang,wajar kalau saat ini kakak begitu sakit tapi lama kelamaan semua itu bakal hilang, sabar yah kakak”saran aku mencoba menenangkan
               “makasih yah sayang, emang ga salah resa milih kamu”ucap kakak rita
               “bisa aja kakak”jawab aku
               “sayang udah dulu yah, kamu jangan lupa istirahat dan makasih atas saran kamu”ucap kakak rita sambil mengakhiri telponnya
Ada kekecewaan di dalam hati aku, padahal aku pingin banget nanya soal resa tapi memang suasananya ga tepat.
Semenjak kejadian itu Kakaknya resa lebih sering telpon atau sms aku, tapi aku belum juga berani untuk menanyakan resa padanya.

Kini 2 minggu berlalu aku lalui tanpa resa, Tetapi sekarang semua sudah tak begitu berat aku lalui,aku mulai terbiasa tanpa dia.
Hari ini aku pulang bersama indri, Ketika sedang jalan menuju gerbang, aku melihat sosok laki-laki yang sudah lama tak aku temui, Namun aku ragu setelah aku mendekat pada sosok yang tadi aku lihat ternyata benar itu resa, Aku alihkan pandanganku seolah aku tak melihatnya.Padahal hati aku begitu bahagia ketika aku melihat resa,ada rasa rindu yang begitu besar padanya,Namun aku tetap memalingkan wajah aku
               “win itukan resa”ucap indri terkejut melihat resa
               “bukan ndri resa udah ga ada lagi dalam hidup gue” jawab aku tanpa menoleh ke arah yang indri tuju
               “bener tau itu resa”ucap indri meyakinkan aku
Namun aku terus berjalan hingga melewati resa.Resa pun mengejar aku
               “win...win”panggil resa, Namun aku terus berjalan bahkan mempercepat jalan aku, hingga akhirnya resa dapat meraih tanganku.
               “kamu kenapa sih”tanya resa
               “lepasin tangan aku”ucap aku sambil melepaskan genggaman tangannya
               “aku bakal lepasin tangan kamu asal kamu mau dengerin penjelasan aku”jelas resa
               “ga ada yang perlu di jelasin”bentak aku entah mengapa airmata aku keluar dari sela-sela mataku
               “win mending loe dengerin dulu penjelasan resa, biar semua masalah bisa clear dengan baik,jangan emosi gini malu tau di liatin orang”saran indri
               “sana naik , selesaiin semua dengan baik okay”lanjut indri
Aku pun ikut mengikuti kata-kata indri, dan resa melajukan motornya ke danau tempat pertama kita jadian. Disana dia menjelaskan kenapa selama ini dia menghilang.
               “aku tau kamu marah sama aku, aku menghilang gitu aja dalam hidupmu, bukan maksud aku untuk ninggalin kamu,tapi ada satu hal yang tak bisa aku katakan sama kamu yang ga bisa aku jelasin sama kamu”ucapnya
               “kenaapa ga bisa di jelasin apakah serumit itu hingga kamu ga bisa jelasin semua itu”jawab aku kesal
               “oke, aku bakal jelasin sama kamu, aku pergi karena beberapa hari ini, karena aku di ajak mama ke bandung,mama bertengkar hebat sama kakak dan mama menyita hp aku karena mama ga mau ada yang tau keberadaan kita di sana”ucap resa menjelaskan pada aku
Aku pun menerima alasannya itu, Karena alasan itu masuk akal dan sama seperti yang di ungkapkan kakak rita.
               “terus sekarang semua udah selesai”ucap aku
               “udah semua dapat terselesaikan dengan baik, kamu mau kan maafin aku”jawab resa dengan penuh penyesalan
Aku hanya mengagukan kepala menjawab pertanyaannya itu
               “aku sayang sama kamu”ucap resa sambil memeluk aku
               “janji yah jangan tinggalin aku lagi”ucap aku memeluk erat resa
               “aku janji”jawab resa
Semakin banyak masalah yang aku hadapi bersama resa, Semakin banyak yang aku ketahui tentang resa, Hari-hari aku kini kembali di penuhi dengan tawa dan canda, dan aku pun semakin dekat dengan keluarga resa karena aku semakin sering main ke sana.Hal yang selama ini selalu aku mimpikan kini menjadi sebuah kenyataan yang begitu indah,aku tak ingin semua hilang dan berakhir.
Hari kelulusan sekolah pun datang, Aku dan Resa lulus dengan hasil yang memuaskan. Resa memutuskan untuk masuk kesalah satu SMU terfavorit di tangerang, Sedangkan aku lebih memilih masuk ke SMK analis pangan di tangerang dan semua ini malah membuat kami semakin dekat walau jarang bertemu.

Memasuki tahun ke 4 ,Entah mengapa resa menjadi lebih jauh dari aku, Resa tak lagi sesering dulu berada di samping aku. Yah aku akui semenjak masuk SMU kami jadi lebih sibuk sekolah, bahkan sms pun jarang. Aku pun semakin sering mendengar dia jatuh sakit dan sesekali aku menjenguknya, tetapi resa dan keluarganya selalu bilang bahwa resa hanya kecapean karena banyak kegiatan di SMUnya, Hingga suatu hari dia mengajak aku untuk pergi jalan-jalan. Dari pagi sampai malam aku pergi bersama-sama dengannya, dia pun mengantarkan aku pulang
               “ada satu hal yang mau aku sampaikan sama kamu” ucapnya begitu serius setelah sampai di gang rumah aku
               “ada apa sih yank kok serius banget”jawab aku bingung melihat wajahnya berubah menjadi begitu serius
               “mungkin ini bakal terdengar begitu menyakitkan, tapi aku harus bilang ini sama kamu,aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini aja”ucap resa dengan suara lirih
Aku begitu tercengah mendengar kata-katanya,”kenapa emangnya aku salah apa sampai kamu mutusin aku kaya gini”
               “kamu ga punya salah apa-apa,yang pasti harus kamu tahu kalau aku udah ga nyaman sama kamu, makasih atas semua dan aku harap kamu dapat menerima ini semua”jawab resa dan pergi meninggalkan aku sendiri.
Aku hanya bisa terdiam dan tanpa aku sadari resa telah jauh meninggalkan qku.Airmata yang menemani aku pulang hingga sampai di kamar aku ,rasa sakit yang aku derita lebih sakit dari semua hal yang aku alami selama ini, orang yang aku sayangi dengan mudahnya mengucapkan kata putus dan meninggalkan aku begitu saja. Tanpa aku tau apa salah aku.
Setelah kejadian semalam resa sama sekali tak sms ataupun telphone aku, Berkali-kali aku sms dan telphone dia untuk meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang keputusan sepihaknya itu. Namun tak satupun di gubris olehnya. Hingga rasa cinta dan sayang di hati ini berubah menjadi rasa benci akan sikapnya itu.

Hari-hari kini aku lalui tanpa bersemangat semua begitu berbeda, resa tak lagi ada di samping aku yang ada hanya rasa sakit yang tertinggal, Butuh waktu cukup lama untuk aku melupakannya dan sekarang aku lebih bisa terima kenyataan dan semua lebih baik dari hari kemarin., walau aku belum bisa melupakkannya, Semenjak aku putus dengan resa tak ada satu nomor keluarganya yang dapat aku hubungi . Kakak rita pun kini sudah tak lagi menghubungi aku.
Malam ini entah mengapa ada rasa rindu yang begitu besar pada resa, rasanya aku ingin bertemu dengannya, Tapi tak ada yang bisa aku perbuat, hingga aku tertidur lelap,

Sore itu hp aku berdering,ketika aku lihat ternyata nomor yang tak aku kenali, Aku pun mengangkatnya
               “hallo, siapa ini??”sapa aku pada orang di serbang sana
               “hallo ini bener winda”ucap orang di serbang sana
               “ia benar, ini siapa” jawab aku dan mengulangi pertanyaan aku
               “ini kak rita win”ucap orang di serbang sana dengan lirih
               “kak rita, ada apa kak”tanya aku bingung karena selama ini kak rita telah menghilang semenjak resa memutuskan aku
               “kamu bisa ga ke rumah sakit sekarang”ucap kak rita, dengan suara begitu sedih
               “siapa yang sakit kak”tanya aku bingung
               “udah kamu ke rumah sakit aja,nanti kamu akan tau siapa yang sakit, ajak juga indri yah”jawab kak rita sambil memberikan alamat rumah sakit dan ruangannya
               “makasih yah de, kakak harap kamu bisa datang”ucap kak rita sambil mengakhiri telpon
Aku pun tanpa membuang waktu langsung pergi dan tak lupa aku ajak indri turut bersama aku, Sesampai di rumah sakit, aku pun langsung menanyakan ruangan yang aku tuju. Dan langsung menuju ruangan tersebut. Setelah sampai di depan ruangan yang aku tuju begitu tercengah aku ketika ku lihat bacaan yang tertera di depan pintu ICU, hati aku semakin khawatir aku takut yang berada di dalam adalah orang yang aku sayang,aku pun terdiam di depan pintu bertuliskan ICU, aku berharap aku kak rita salah memberitahu ruangan yang aku tuju. Indri mencoba menenangkan aku. Hingga ada suara yang memanggilku dari belakang
               “winda” panggil kak rita di sertai mama resa
               “tante , kakak”aku pun menghampiri mereka bersama indri
               “kamu apa kabar”tanya mama resa
               “baik tante, resa kemana tante”jawab aku entah mengapa pertanyaan itu melontar begitu saja dari mulut aku
Mama resa pun langsung menangis mendengar pertanyaan aku dan kak rita pun mencoba menenangkan
Aku dan indri pun bingung melihatnya dan terdiam.
               “apa yang sebenarnya terjadi tante sama resa, kok tante nangis”tanya aku penasaran
Suasana hening sesaat, hingga akhirnya mama resa mulai tenang dan menjelaskan
               “win kamu adalah wanita pertama yang resa bawa ke rumah dan di kenalkan sama kami,kamu juga wanita pertama yang mengenalkan cinta sama resa, Sejak resa kenal kamu,dia berubah menjadi anak yang baik,telihat jelas begitu tulus cintanya padamu, terlihat jelas bahwa dia tak ingin kehilangan mu,tante rasa kamu juga begitu. Kalian terlihat begitu saling mencintai, waktu itu resa pernah meninggalkan kamu beberapa bulan kan”tanya mama resa, aku pun mengaguk,dan mama resa melanjutkan pembicaraannya “sebenernya dia ninggalin kamu untuk berobat ke jakarta, dia ga mau kamu tahu soal penyakitnya karena takut kamu mengkhawatirkannya,makannya dia lebih memilih berbohong padamu”
Entah mengapa hati aku terasa sakit dan takut, airmata aku tak terasa mengalir”resa sakit apa tante”
               “dia terkena kanker paru-paru dan kini kanker itu semakin menjalar, dokter bilang kanker di tubuhnya telah memasuki stadium 4”jelas mama resa lirih
Aku pun tak kuasa mendengar jawaban itu,airmata aku semakin deras mengalir, aku tampu mampu untuk membayangkan betapa menderitanya orang yang aku sayangi selama ini.Mama resa pun mendekap aku erat
               ”sabar yah sayang,apa yang kamu rasain sama kaya apa yang tante rasain. Kita sama-sama ga mau kehilangan resa. Tapi kalau itu kehendak tuhan kita hanya bisa menerima ini semua, sekarang kamu lihat keadaan resa dulu,dia pasti senang kamu datang” ucap mama resa dan menghapus airmata di pipi aku
Aku dan indri pun memasuki ruang ICU, kita berganti pakaian dan mensterilkan badan kita, Ketika aku masuk ke dalam ruangan itu, Langkah kaki aku terhenti, Ketika aku melihat sosok pria yang aku sayangi sedang terbaring tak berdaya dengan selang dan kabel-kabel di tubuhnya,Airmata aku mengalir kembali dan indri pun berusaha menguatkan aku untuk mendekat ke sosok tersebut.
Sampai di dekat resa aku benar tak kuasa melihatnya, terlihat begitu tenang wajahnya ,tapi aku tau pasti dia sedang menahan rasa sakitnya itu
               “yank bangun, sekarang aku ada di sini,jangan tidur terus donk”ucap aku lirih
               “iya resa bangun donk, ada winda ni,dari beberapa bulan ini dia pengen ketemu banget sama loe, makannya sekarang dia datang”ucap indri dengan airmata yang mengalir di pipinya
Aku tak mampu berkata-kata lagi, Aku genggam tangannya dan airmata jatuh dan menyentuh tangannya. Karena melihat kondisi aku indri mengajak aku keluar.
               “resa istirahat yang banyak yah, aku sama winda nunggu kamu di luar”ucap indri sambil merangkul aku untuk pergi
Begitu berat untuk aku meninggalkannya. Tapi jujur aku tak sanggup bila harus berada terus menerus di dalam ,dengan melihat kondisinya saat ini. Hingga malam aku di sana tak sanggup aku untuk meninggalkannya aku takut terjadi sesuatu dengannya, Tapi aku harus pulang, karena ibu aku sudah mengkhawatirkan aku. Aku dan indri pun berpamitan pada keluarga resa dan di antar pulang oleh supir. Sesampai dirumah aku malah tidak bisa tidur aku terus sms kak rita agar aku tahu kondisi resa.

Kak kalau ada perkembangan tentang resa kasih tahu aku yah
Kak Rita pun membalas
Iya ade ku tersayang
Udah malem ni
Kamu harus istirahat,jangan mikirin resa terus
Nanti kamu sakit lagi dan pasti resa bakal sedih kalau kamu sakit
Kamu istirahat yah 
Selamat istirahat
Have a nice dream
Aku pun terlelap dam tidur aku.

Esok paginya aku pun segera bersiap untuk berangkat sekolah, seusai sarapan aku lihat hp aku, Begitu terkejut aku ketika aku lihat ada 56 panggilan tak terjawab aku lihat ternyata semua dari kak rita,Aku pun jadi bertanya-tanya apa yang terjadi sampai sebanyak ini panggilan tak terjawab.Aku pun berpamitan,Aku coba menghubungi kembali kak Rita, Namun tak ada jawaban dari kak Rita.lalu aku mencoba sms kak Rita

Maaf kak semalam aku udah tidur
Jadi tidak bisa angkat telpon kakak
Emangnya ada apa yah kak???

Sms aku pun tak ada jawaban, Rasa khawatir menyelimuti diriku, Tapi aku terus mencoba berbaik sangka dan menenangkan perasaan aku.Hari ini aku ga konsen belajar,Hingga waktu pun terasa lama, Waktu istirahat ini aku pergunakan untuk mereayu pembina ekskul aku untuk meminta izin padanya,karena pulang sekolah nanti aku akan menjenguk kekasihku tersayang,Hari ini perasaan aku ingin sekali bertemu dengannya dan entah mengapa perasaan aku tidak enak terhadap resa. Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi dan handphone aku pun berdering. Aku lihat ternyata kak Rita tanpa membuang waktu aku pun langsung mengangkatnya
               “Assalamualaikum, ada apa kak,maaf semalam telphonnya ga aku angkat soalnya aku udah tidur kak”ucap aku pada kak rita
               “walaikumsalam, ga apa-apa de,oya sekarang kamu bisa ga ke rumah sakit,udah pulang sekolah kan”jawab kak rita sambil menangis
               “iya kak bisa,emang ada apa kak”ucap aku penuh dengan rasa penasaran
               “kamu kesini aja yah, cepetan”jawab kak rita
Tanpa membuang waktu aku pun mempercepat langkah aku,walau rasanya kaki ini sudah begitu lemas untuk melangkah,hingga aku pun memasuki ruang ICU, tanpa banyak bicara mama resa menyuruh aku untuk masuk ke ruang ICU.
Kembali aku tak dapat menahan airmata ini,Aku lihat Resa sudah begitu lemas dan tak mampu menahan penyakitnya lagi.aku pun melangkah ke hadapan resa.Aku genggam tangannya
               “Udah saatnya kamu bangu sa, Udah terlalu lama kamu tertidur, aku kangen sama kamu, dikit lagi hari jadian kita yang ke 4,aku pengen banget ngerayain hari jadian kita di danau sama kamu, kamu harus janji yah buat bangun dan terus melawan penyakit kamu itu”ucap aku dengan derai airmata yang tak mampu lagi aku tahan
Seketika tangan resa menggenggam erat tangan aku, aku pun terkejut melihat reaksi yang di berikan resa,terlihat mata resa yang berkedip, Namun rasanya berat sekali baginya untuk membuka matanya,Akuppun memanggil suster dan ketika dokter dan suster datang beberapa saat genggaman itu mulai melemah hingga alat pemacu jantung pun berubah menjadi garis lurus.
Dokter langsung menangani resa, Tanpa menyuruh aku untuk keluar aku hanya bisa memanggil namanya dan terus memberi dia semangat untuk bertahan,Sampai dokter menyatakan menyerah.Aku tak kuasa melihat tubuh resa yang kini menjadi kaku,Terdengar jerit tangis mama dan kakak rita.Tubuh resa pun di tutup oleh kain putih,Ketika aku melihat hal itu tiba-tiba tubuh aku terasa begitu lemas dan tak berdaya hingga aku pun jatuh pingsan.
Entah apa yang aku alami ketika aku bangun ternyata aku sudah berada di kamar aku. Aku berharap kejadian itu hanya mimpi, Tapi ternyata semua kenyataan, Karena aku lihat ada indri di samping aku dengan busana hitam-hitam
               “sabar yah, gue yakin ini jalan terbaik buat resa”ucap indri dan memeluk aku erat
               “terus sekarang resa gimana”tanya aku lemas
Indri menangis begitu terisak mendengar pertanyaan aku.lalu indri memeluk aku dan berkata“dia udah di makamin,tadinya mau nungguin loe tapi loe ga sadar-sadar”
Jawaban indri membuatku semakin terpukul, Begitu berat rasanya kenyataan ini harus aku pikul, Seakan tuhan ga adil akan diri aku kenapa harus resa yang pergi kenapa bukan aku saja, Aku tak mampu bila harus menjalani kehidupan ini tanpa resa.

Kepergian resa membuat aku berhenti sejenak menjalani kehidupan aku. Hingga orang tua aku membawa aku ke seorang psikiater, Sebulan aku ikuti terapi, Hingga akhirnya aku bisa menerima kenyataan ini, Kenyataan bahwa resa telah pergi dan takkan kembali lagi dalam kehidupan aku. Tak luput indri pun selalu menguatkan aku, Malam ini aku putuskan untuk mengemas barang-barang pemberian resa,Esok siang akan aku kembalikan semua barang ini pada keluarganya, Aku tak ingin larut dalam kesedihan, karena entah mengapa airmata aku mengalir begitu saja ketika aku melihat barang-barang ini bayangan tentang resa muncul kembali dan kisah-kisah terindah kita kembali terbayang.
Siang ini aku kerumah resa dengan membawa kotak berisi barang-barang resa dan es krim reza, Ketika aku sampai di depan pintu rumah resa aku dapati Reza sedang main seorang diri
               “kakak”sapanya ketika melihat aku
               “hai. Giman kabar kamu,ini kakak bawa sesuatu buat kamu”jawab aku sambil memberikan es krim yang aku bawa
               “baik kakak. Makasih yah”jawabnya begitu bergembira
               “mama ada de”tanya aku sambil mengusap kepalanya
Belum sempat Reza menjawab kak Rita keluar dari dalam rumah
               “winda”sapa kak rita sambil menyambut memeluk aku
               “gimana kabar de,udah lama ga main kesini”ucap kak rita
               “aku baik kak,aku lagi banyak tugas sekolah”jawab aku
               “ayo masuk dulu”ajak kak rita
               “ga usah kak, aku kesini Cuma mau balikin ini”jawab aku sambil memberikan kotak yang aku bawa pada kak rita
               ”kenapa kamu balikin semua ini de”tanya kak rita seusai melihat isi kotak yang aku bawa
               “aku rasa aku sudah tak mampu untuk menyimpan ini semua, maaf yah kak aku ga bisa lama-lama aku harus segera pulang,permisi”ucap aku lalu aku pun pergi meninggalkan rumah resa
Aku tak mampu berlama-lama di sana begitu banyak kenangan yang terukir di rumah itu dan aku tak mampu untuk melihat reza karena wajahnya begitu mirip dengan resa, Itu semua hanya akan membuat aku kembali terbayang sosok resa.

Semajak hari itu aku tak pernah lagi berkunjung ke rumah resa, Namun bagi aku hal terindah yang aku rasakan adalah ketika aku sempat mmengenal dan memiliki resa, walau hanya sementara, Banyak hal yang aku temukan dari resa, Aku menemukan arti sebuah kasih sayang,menghargai dan indahnya di cintai. Hingga hari Resa tak dapat aku lupakan bahkan tak mampu diri ini melupakannya, Karena dia akan selalu hidup di hati ku.

Selama jalan Cinta Pertama Aku, Aku yakin saat ini kau sedang bahagia di dalam Surga dan Kelak kisah kita kan abadi di dalam sana.

==========SELESAI==========

Template by:

Free Blog Templates