Jumat, 21 Desember 2012

Sahabat

apakah sahabat itu ?

ya sahabat adalah orang yang slalu ada bwat kita orang yang selalu menemanikita d saat senang maupun tidak
dia sangat berbeda dengan yang namanya pacar.
low pacar 2 lebih asik tapi masih kalah low d bandingkan dengan sahabat.
sahabat itu layaknya adalah sandal yang d mana kita melangkah slalu bersama.
sahabat dia adlah orang yang sangat mengerti kita di saat orang lain tidak lagi mengerti kita.
dia slalalu seiring dengan kita dan dia slalu ada buat kita.

Selasa, 18 Desember 2012

hari-hari yang ribet

hari ini memang mengejutkan tadi  aku bertemu orang-orang aneh. Mereka cukup unik karena tidak mengerti aku dan meneterku dari kanan dan kiri. Aku pusing jadinya udah pikiran penuh dan bertambah penuh dengan apa yang mereka lakukan.  

huft  sungguh ribet hari itu, aku yang biasanya jarang berfikir panjang akhirnya dipaksa untuk berfikir dan akhirnya meletus deh otakku. Di situ aku nggak tau harus mana yang aku dulukan coz semua sudah terlihat merepotkan dan dipaksa jadi dengan secepatnya.

haduh akhirnya kuputuskan deh tidak mempedulikan semua dan aku tinggal tidur karena low di paksain aku gak akan bisa jadi maksimal hasilnya.


kayu manis bersenar 6

diyun dan dipetik terasa indah 
jari" meloncat melewati jurang2 keindahan
nada mu suara mu meluluhkan hati q
tak mengerti kenapa banyak orang yang cinta padamu sampai" rela menyisihkan uang jajanya hanya demi kamu


kau

kau

terlalu indah jadi sulit di tinggalkan

dan trima kasih karena udah menemaniku slama ini

Rabu, 12 Desember 2012

cerpen suara aneh dalam mimpi

ketika dingin menyapa di rentes  rintihan air yang jatuh dari awan
saat itu ku hembuskan nafas panjang dan merintih "oh tuahan bagaimanakah dengan diriku ini"

sambil merenung ku langkahkan kaki untuk ke kamar mandi dan basuhkan air yang ada untuk berwudhu
setelah itu aku pergi untuk sholat ibadah yang biasa rutin ku jalani walau kadang tertinggla sih
kemudian ku hadapkan tubuh ku ke kiblat lalu bacakan takbir dengan mantap ALLAH HU'AKBAR

berapa gerkan sudah aku lakukan dan akhirnya selesai juga dan ku akhiri semua dengan salam
kemudian aku tidur dan di sana aku mimpi 

di sana aku berada di tempat yang aneh dan mendengar suara "he miftahul ada apa kau mengeluh" seseorang dengan wajah misterius mengerakkan bibirnya dengan suara yang agak serem didengar

setelah itu aku menjawab pada dia " aku tak sanggup menjalani hidup ini dimana aku tak kuat utuk menahan semua yang mereka lakukan kepada ku"
 kemudian aku terbangun karena jam alarm ku yang membuat telinga ku bergetar dan ingin mengajaku untuk keluar dari temapat tidurku.

setelah itu aku keluar kuciritakan semua kepada buku harian ku aku menulis dan mencoba merenung iya buat apa aku mengeluh karena coba,an ini mungkin di sana Allah telah berencana lain untuk cobaan dari semua yang telah di berikan padaku

singkat cerita disini bisa kita ambil : "jangan mengeluh dengan semua cobaan yang telah di berikan oleh tuhan kepada kita karena disana dia telah merencanakan yang lainya dan terbaik untuk kita."

Selasa, 11 Desember 2012

KOTA MATI

seusana tiba" berubah menjadi hening
tak mengerti apa yang Q lakukan semua terdiam sendiri
hanya air mata semua orang pada menetesyang teringgat dalam benakku adlah MATI


di sini terasa begitu sunyi di sini yang terlihat kasar jadi terlihat halus hanya terdengar suara dari orang" yang membacakan DOA semua memang sudah benar" berakhir tak mengerti aq harus menangis atau tidak MUNGKIN INI LAH AKHIR DARI SEGALANYA

takan terulang kembali

Indah terasa indah memang begitu menyenangkan di hati 
Dan tak bisa di lukiskan dengan sebuah kata - kata kebersamaan yang saat ini kita lalui
Canda tawa yang menghiasi dan tak ingin diriku hanya sampe di sini
berbagai cerita sudah kurangkai mengiringi perpisahan ini perpisahan yang slalu ku takutkan 

Mungkin ini yang di maksut sebuah kenangan akan terasa berharga bila kita sudah meninggalkanya 

Akhirnya ku putuskan untuk menoleh kebelakang dan mencoba melihat semua yang telah 
Kita lewati yang mungkin hanya menjadi kenangan di hati 
kebersamaan itu yang telah kita lalui  mungkin haya akan menjadi kenangan dan  akan terus ku kenang dalam hati.

HARI YANG MEMBINGUNGKAN




Hari ke I
Pagi yang cerah, hati terukirkan dengan kata-kata yang indah. Aku bergegas ke kamar mandi dan setelah itu memakai seragam untuk di pakai ke sekolah. Hari ini udaranya terasa sejuk sekali sambil meknikmati udara tak terasa semenitpun sudah berlalu akhirnya tiba waktunya untuku untuk sarpan pagi. Ku lihat jam sudah menunjukkan hampir pukul 07.00 . Akupun segera bersepatu dan berangkat ke rumah temenku yang tak jauh dari ruamahku.
 “Hey … ayo kita berangkat” ajak ku
“Oh iya sebentar ya”
“Ya” jawabku
Saat sanpai di sekolah aku bertemu dengan teman-teman dan di sana senang sekali yang ku dapat. Di dalam kelas teman-teman berkata.
“He kenapa kamu tidak ikut kerja kelompok” sambil menatapku penuh arti
“Oh ya maaf aku ada kegiatan soalnya”
“Kegiatan apa ??”
“Anu aku membantu Ibu ku waktu itu” jawabku sambil tersipu malu.
Saat itu aku terus ditindus sama temen-temen semuanya kubiarkan berlalu di hatiku aku berdoa dan berharap sambil menunggu takdir Tuhan yang akan merubahnya.
Tiba waktu istirahat teman-teman menghampiriku dan mereka semua meminta maaf padaku. Alhhamdulilah di hatiku terucap karena tuhan mampu merubah hati merka yang yang sebelumnya sinis padaku tiba-tiba menjadi baik dan mau memaafkanku. Setelah itu kita semua berkumpul lagi seperti biasanya.
Hari ke II
Pagi hari aku berangkat ke sekolah dan hari itu adalah hari Ujian Akhir Semester. Waktu itu hari jum’at aku berangkat kesiangan. Aku sial sekali hari itu udah Guru yang jaga itu menakutkan.
 “Assalamuallaikum” ucapku salam bersama dengan Riri
“Walaikumsalam”, jawab Bpk.  Guru “mengapa kamu datang terlambat” ??
“Maaf pak kalau saya dan Riri datang terlambat karena saya tadi kesingan bangunya !!”
“Ya sudah silakan duduk, lain kali jangan diulang lagi ea !! pintahya dengan tegas
“Makasih Pak” jawabku denganl malu-malu pergi ke tempat duduk bersama Riri
Setelah itu suasana kelas berubah menjadi sepi bagaikan kota mati. Ulanganpun terus berlanjut seiring dengan dengan berputarnya jarum jam. Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing lagi bagiku dengan kata lain suara bel yang menyeru ku dan teman-teman semua untuk istirahat. Di sana aku mengajak mereka kebelakang untuk menghirup udara segar dan itu terasa sangat menyenangkan.

Hari ke III
Hari-hari yang menurutku penuh dengan rintangan saat extra di mulai.
 “Hey kamu ikut extra apa ???” tanya ku kepada Rina
“Aku ikut extra atletik ! dan kamu ?
“Aku ikut extra apa ya…” dengan kebingungan aku dengan pilihan ini
“Emm kenapa kamu ikut extra itu ???” tanya ku            
“Aku pengen aja tapi aku masih ragu dengan pilihan ini”
Beberapa menit sudah terlewatkan, hari mulai siang tapi tanda tanya besar di pikirku untuk harus memilih extra yang mana yang harus aku pilih. Kemudian ku gerakan langkah kaki untuk keliling untuk mencari tau mana extra yang yang cocok denganku ini. Kemudian entah mengapa aku harus berhenti di depan musolla tepatnya. Disana aku berfikir “kog disini kosong akupun berniat masuk kedalamnya” selang beberapa menit Rara menuju ke arahku dan berkata.
“Hey aku boleh gak bergabung di extra ini”
“Oh ya boleh dong” jawabku.  
Bersambung

TUGAS DI SEKOLAH



Saat pagi telah tiba, di sambut oleh kicauan burung. Aku masih tidur dan Ibuku slalu membangunkan aku.
“Sin bangun sudah pagi” Suara ibu terdengar keras dari kamar dan aku langsung bangun.
“I ya bu…”.
Setelah aku bangun aku segera ke kamar mandi dan siap-siap pergi ke sekolah. Sebelum aku berangkat aku harus memanggil temanku Risma namanya .
“Risma…”
“iya, tunggu sebentar”, sahutnya.
5 menit kemudian Risma keluar
“Ayo brangkat”
“Iya”.
Aku dan Risma segera naik sepeda, aku berangkat. Saat perjalanan, dalam haitku
“lho, kenapa sepedanya kog rasanya gak enak”.
Lalu ayahku berhenti dan berhenti dan dilihat ternyata ban sepedanya yang depan kehabisan angin.
 “kamu turun di sini dulu, ayah mau ngisi angin dulu”, kata ayah
I ya…”
dik kamu jalan aja sana ntar kamu telat lhoo…”
“Nggak mau, nanti aku capek !!”
“Duu… dekat aja, masak capek. Jalan sana”.
Dengan agak marah aku menyuruhnya.
“Gak mau kok”.
“Ya udah kalau kamu gak mau”.
Setelah beberapa menit kemudian aku menunggu ayah, ternyata ayah kembali juga. Aku, Risma dan Adik segera naik ke sepedah. Dalam perjalanan .
“lho kenapa lagi ini sepedahnya ??” kata ayah.
“Lho kenapa ini ??” aku takut sekali karena sepedahnya berbelok-belok. Lalu sepedahnya dihentikan sama ayah untung saja aku, Risma, adik dan ayah.
Ayah cemas, karena ban sepedah yang belakang bocor.
“Aduuhhh, kamu tunggu sini ayah carikan ojekan”
Tidak lama lagi kemudian ada Risky sepupuku yang mau berngkat kesekolah.
“Kenapa Pak ?”, tanya Risky
“Ini low sepedanya bapak banya bocor, tolong kamu antar mbak mu ke sekolah”.
Ayahku menyuruh risky mengantar aku.
Dengan senang hati dia mengantar.
“Ayo kak naik”
“He’ emm”
Lalu aku dan Risma naik ke sepedahnya Risky
“Riz… kamu gak ketinggalan apa ?? kalau kamu mengantar aku pergi ke sekolah”, tanya ku.
“Tidak , tenang saja” jawabnya.
“Ooh, ya sudah kalau gitu”.
Tidak terasa aku sudah sanpai di sekolah
“Terima kasih ea sudah mengantarku ke sekolah”, ! Ini Riz !!
“Apa kak ??” , dengan terkejut
“Ini ambil saja, tidak apa-apa kok”
“Hmm… Gak usah kak”.
“Tidak apa-apa ambil saja”.
“Ndak, makasih …”
“Ooh ya udah kalau gitu”.
“Iya sama-sama”.
“Aku duluan ya…” jalan tergesa-gesa
“Iya kak…”
Sesampainya di kelas aku baru ingat kalau hari ini adalah hari aku menjadi petugas piket. Aku segera mencari sapu dan menyapu kelas karena sebentar lagi sudah bel masuk.
“Sreeekk, sreekk, srekk”
“Nia, tolong ea kamu balik kursinya, ini aku yang menyapu” suruhku kepada Nia temenku.
“Iya dechh..”
Dengan tergesa-tergesa akhirnya selesai juga, kemudian bel sekolahpun berbunyi.
“Haduuucch akhirnya… capek banget”
Semua murid berbaris di depan kelas masing-masing.
“Bruuukk… Huuwwhh”
Menaruh tas dengan kecapekaan
“Nia, dapat PR gak ??”
“Dapat”
Seperti orang ketakutan “PR apa ??”
“Ini matematika yang di LKS” menjawab dengan tenang.
“Hmm… ini ya !! aku belum selesai”
“Aku juga, aku kurang sedikit” kata Nia begitu.
“Untung Bu Rini belum masuk ke kelas”
Aku dan teman-teman mengerjakan PR di kelas dan duduk tidak pada tempatnya melaikan duduk disana-sini.
Tidak lama kemudian Bu Rini datang, Salah satu teman saya memberi tau kalau Bu Rini akan masuk ke kelas. Semua anak-anak kembali ke tempat duduk masing-masing dengan berlari-lari.
“Assalamualaikum Wr.Wb” salam Bu Rini sebelum memulai pelajaran.
“Waalaikumsalam Wr.Wb.” jawab anak-anak dengan cemas.
Di sana Bu Rini menayakan tentang PR  yang di berikanya. “Anak-anak PR yang ibu berikan kemarin taruh di atas meja” serunya
“Aducchh… PR ku belum selesai bagaimana ini” dalam hatiklu  
Karena anak-anak satu kelas belum selesai semua PR nya akhirnya aku dan nerekapun dihukum.
Singkat cerita semua hukuman tersebut berupa membuat rangkuman tentang matematika. Sesudah jam pelajaran matematika habis di mulai pergantian jam lainya. Keesokan harinya di sekalah ada tugas lainya yaitu mencari tenteng informasi tentang pelajarn Geografi. “Hmm… tuagas banyak banget yah ….” Kataku sanbil mengeluh.
“Iyah yah” kata sebangku ku
Jam geografi sudah habis dan saatnya istirahat, seperti biasa aku dan teman-temanpun berkumpul.
“Hay …” sapaku ke teman-teman
“Hay juga”.
“Ooo ya kamu dapat tugas gak dari Bu Patmi”
“Tugas yang mana”
“Itu yang disuruh mencari di Internet tentang Geografi”.
“Iya aku juga dapat tugas seperti itu”
“Ya udah nanti ke waret bisa gak  ??” seruku sambil mengajak Diah.
“Ya nanti aku bilang ke orang tua aku boleh apa gak”.
“Iya”…
“BTW kalian sudah beli jajan belum ??”
“belum”
“Ya sudah, ayo beli jajan sekarang”
OK
Setelah semua selesai tiba saatnya pulang sekolah. Sesampainya di rumah aku bilang ke Ibu untuk minta uang padanya.
“Bu aku minta uang Rp 15.000
“Buat apa ?? kog tidak biasanya kamu minta uang !!”
“Itu di buat ke warnet Bu cari tugas Geografi !!”
“Ibu sekarang tidak punya uang !!!  jadi kamu tunggu saja ea”
Dalam hati “aku kecewa sama Ibu tapi gak papalah. Jadi hari itu aku tidak jadi berangkat ke warnet.
Hufft…. Sabar saja dech.
Beberapa hari kemudian aku akhirnya diberi juga uang sama Ibu.
“Ini, Ibu sudah punya uang”
“I ya Bu … terima kasih
“I ya …”
Singkat cerita aku segera menyelesaikan tugas dan akhirnya semua tugas selesai dengan baik.

KEPEDIHAN HIDUPKU

Namaku Firna Ningtyas, aku sekarang duduk di kelas IX di SMP Negeri di Trawas. Aku baru masuk di kelas IX sekitar 2 bulan yang lalu. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Aku tinggal bersama ayah, adikm nenek, dan kakak. Adik perempuanku kini duduk di kelas 4 SD demikian adik laki-lakiku duduk di kelas 3 SD.

Ketika aku memandangi foto keluargaku, aku teringat dengan ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku. Setiap kali aku melihat foto keluargaku aku tidak bisa menahan butiran air mata yang mengalir deras menuju pipi.

Aku teringat ketika ayah dan ibuku telah berpisah saat ayah dan ibuku masih bersama aku selalu bisa dimanja oleh mereka. Saat aku duduk di kelas 3 SD ayah dan ibuku sering bertengkar, hampir setiap hari ayah jarang pulang kerumah karena jika ayah pulang pasti ibu marah dan mereka bertengkar lagi.

Suatu malam ketika aku sedang tidur, aku mendengar suara yang keras dari arah dapur rumahku, seketika itu juga aku bangun dari tempat tidurku. Aku jalan dengan perlahan-lahan menuju arah dapur. Sesampai di dapur aku melihat ayah yang sedang bersandar di tembok dalam keadaan mabok, ternyata suara keras tersebut datang dari panci yang dilemparkan ibu kepada ayah.

Setelah aku sampai dapur aku menangis melihat ayah dan ibu bertengkar. Ibu pun memeluk aku dan menenangkan aku agar aku tidak menangis lagi. Ayah pun tidak sadar kalau bertengkar sama ibu. Akhirnya ibu membawa aku masuk ke kamar.

Ketika aku berada di dalam kamar ibu keluar lagi, aku mendengar suara nenek dari dalam kamar, nenek pun juga keluar dari kamar menuju dapur untuk menenangkan ayah dan ibu. Akhirnya, suasana dirumah yang semula bising kini telah reda.

Keesokan harinya ketika aku bangun tidur menuju ibu dan ayah tetapi ibu sudah ke dapur untuk memasak. Ayah pun mash tidur lelap dikamar.

Ketika aku masih duduk di kelas 5 SD aku semakin sedih, karena ibu menuntut ayahku untuk bercerai. Air mataku kian mengalir setiap waktudan sejak saat itu aku sudah tidak hidup bersama dengan ibu. Setiap hari aku menangis dan menangis. Ayah selalu mencoba menghiburku, terkadang aku di ajak jalan-jalan sama ayah dan juga adik perempuanku, karena adik laki-lakiku yang masih berusia 3 tahun ikut ibu pulang kerumah orang tua ibuku.

Suatu saat ketika hampir 2 minggu ayah dan ibu berpisah, aku merasa kangen dengan ibu dan adik yang laki-laki. Akhirnya aku bilang kepada nenek dan kakekku, nenek pun mengijinkan untuk menjenguk ibu dan adikku. Keesokannya aku dan adik perempuanku pergi kerumah nenek dari ibu di desa seloliman diantar kakak keponakanku.

Sesampai aku dirumah ibuku, ketika itu keluarga disana sedang berada dikebun, yag ada dirumah Cuma adiknya ibu yang perempuan seusiaku. Aku langsung mengajak kakakku tersebut untul menjemput keluargaku dikebun.

Ketika sampai di kebun aku lari dengan cepat menuju ibu dan adik, begitu pula adik perempuanku. Aku tidak bisa menahan rasa sedih bercampur senang, karena aku bisa bertemu dengan ibu dan adikku lagi. Aku pun juga melepaskan pelukan ibuku. Akupun juga menangis begitu pula ibu dan keluargaku. Ibu dan keluarga mengajak aku kembali kerumah, sampai dirumah aku senang sekali karena aku bisa melepaskan rasa kangenku kepada ibu. Aku pun bisa selalu bersama dengan ibu lagi, tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena aku harus sekolah. Sekitar 3 hari lamanya aku bisa melepas kerinduanku kepada ibu.

Saat aku kembali kerumah ayah aku merasa sedih sekali karena aku tidak bisa bertemu lagi dengan ibuku. Tapi aku juga harus melanjutkan sekolahki dan aku tidak mau berlarut dalam kesedihanku, karena aku ingin menjadi lebih baik dari orang tuaku, dan aku ingin membahagiakan orang tuaku. Aku sekarang tinggal bersama ayah, nenek, kakek, dan juga kedua adikku. Setiap hari aku membantu nenek dirumah dan ayah pun membantu kakek bekerja mencari nafkah untuk meghidupi keluarga kami.

Setiap hari rumah yang aku tempati ramai dengan asik-adikku. Ketika malam hari aku dan adikku berusaha untuk membuat nenek dan kakek tersenyum. Bagiku nenek dan kakek adalah orang tua kedua bagi kehidupanku dan adik-adikku. Mereka adalah orang yang paling baik, yang memberi kasih sayang kepada aku dan adik-adikku saat ibu dan ayahku sudah tidak bersama lagi.

Saat aku mulai masuk sekolah menengah pertama, aku mendapat berita jika ibuku pergi merantau bekerja untuk menghidupi adik-adiknya ibu, karena keluarga ibu bukan orang yang kaya tapi keluarga yang pas-pasan. Terkadang tetesan bening yang menempel di kedua belahan pipiku mengalir. Aku teringat dengan masa-masa lalu ketika ayah dan ibu belum berpisah. Kini aku sudah tidak bisa bertemu dengan ibu, karena jauh menjadi faktor penghalang untuk bisa bertemu dengan ibuku.

Aku tidak tega melihat adik-adikku yang masih kecil dan belum ngerti apa-apa sudah tidak bisa merasakan kasih sayang lagi dari seorang ibu. Setiap kali aku melihar adikku rasanya hatiku sangar terpukul dan air mataku ingin mengalir membasahi kedua pipiku.

Setelah ibu merantau selama 2 tahun. Akhirnya, ibu pun kembali pulang dan menemui aku dengan adikku dirumah. Aku dan adikku merasa bahagia sekali, karena bisa melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam dalam benakku. Tapi sayang kebahagiaan itu hanyalah sesaat saja. 1 minggu setelah ibu pulang ibu kembali bekerja, aku pun merasa sedih lagi.

2 minggu setelah ibuku kembali bekerja aku masih merasakan kesedihan yang sangat dalam, tapi aku berusaha menghibur adikku. Aku tidak mau masa depanku dan masa depan adikku kacau gara-gara ditinggal merantau oleh ibuku. Setiap orang pasti merasa sedih dan terpukul saat orang yang kita sayang meninggalkan kita, apalagi, seorang ibu yang sudah melahirkan kita.

7 bulan sudah aku tak mendengar kabar dari ibuku sampai sekarang. Entah apa yang terjadi dengan ibuku aku pun tidak tahu. Setiap hari tetesan air mataku mengalir deras. Aku selalu berdo’a pada yang Maha Kuasa. Bagaimana caranya, aku dapat kabr dari ibuku dengan jarak yang sangat jauh. Aku susah untuk mencati kabar ibuku, tetapi aku akan tetap berusaha untuk mencari kabar dari ibuku.

Kini aku sudah duduk di kelas 2 SMP. Saat semester kedua, akhirnya aku bisa mengetahui kabar ibuku. Ada keponakanku yang bekerja di Jakarta. Tempat kerja keponakanku tidak jauh dari tempat kerja ibuku. Ketika keponakanku pulang dari kerja, dia menghampiriku kerumah.

Aku yang sedang duduk-duduk santai di depan rumah dengan keluargaku, keponakanku datang. “ Apa kabar adik-adikku “ sapa keponakanku. Aku menjawab dengan hati gembira. “ Kabar baik kak, kalau boleh tahu sejak kapan kakak pulang ?” tanyaku. “ Kakak pulang tadi malam, dik “. Jawab keponakanku. “ mari masuk kedalam kak” kataku. “ iya, dik “. Jawab keponakanku.

Kakak keponakanku pun masuk kedalam, aku membuatkan minuman didapur untuk kakak keponakanku. Setelah selesai aku ngobrol dengan keponakanku. “ Ibumu sekarang berada di Jakarta dik, dia bekerja, dan katanya dia akan pulang bulan depan rencananya “ kata keponakanku. “ iya kak, saya merasa senang kalau ibu bulan depan pulang “. Kataku. Setelah kita berbincang-bincang kurang lebih 3 jam. Akhirnya kakan ponakanku pamit pulang.

Hatiku merasa senang karena bulan depan ibuku pulang. Aku bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama-sama dengan ibu. Hari-hari yang aku jalani sekarang semakin berwarna. Setiap kali aku melakukan sesuatu aku merasa senang. Aku selalu menunggu datangny a ibu.

Hari Raya sudah kurang 5 hari lagi, tapi entah kenapa ibuku belum juga pulang. Aku selalu menunggu kedatangan ibuku, 3 hari lagi Hari Raya datang, dan yang aku tunggu-tunggu kedatangan ibuku. Akhirnya, ibu pun datang aku merasa senang sekali. Seketika itu KU memeluk erat ibuku. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa kerinduanku kepada ibuku.

Hari Raya pun tiba, aku dan keluargaku saling bermaaf-maafan. Hari Raya saat ini semakin lengkap dengan hadirnya ibuku kembali. Aku merasa senang sekali di hari yang sangat bermakna bagi umat islam didunia, karena kita bisa saling memaafkan satu sama lain. Aku juga pergi kerumah keluarga ibuku bersama-sama dengan keluarga ayahku.

Hampir 1 tahun sudah ibuku tidak pulang lagi, 2 bulan lagi sudah Hari Raya lagi. Tapi aku belum mendapat kabar sama sekali dari ibuku. Tapi aku merasa sedih sekali, karena tetangga-tetanggaku yang bekerja di Jakarta mengatakan jika ibuju sedang hamil saat berada disana. Tetangga-tetanggaku mengatakan kalau ibuku hamil tetanggaku mengatakan kalau ibuku hamil sudah 8 bulanan. Yang paling menyedihkan adalah tetanggaku mengatakan jika ibuku hamil di luar nikah. Tetapi tetangga yang lain mengatakan bahwa ibuku dinikahi seseorang. Tapi kenapa ibu tidak memberitahu aku dan adik-adikku jika ibu menikah lagi.

Hati kian terpukul saat aku mendengar omongan-omongan para tetangga-tetanggaku. Setiap hari tetesan air mataku mengalir. Keluargaku mencoba buat menenangkan aku. Tapi aku tidak bisa tenang, karena aku malu dengan ejekan teman-temanku. Aku semakin merasa sedih, karena teman-temanku kini semakin membenci aku. Aku tidak kuat rasanya hidup dalam keterpurukan ini. Setiap malam dan setiap waktu aku berdo’a kepada Yang Maha Kuasa, untuk tetap menguatkan aku dalam menghadapi degala cobaan yang datang menimpa keluargaku.

Aku yakin bahwa Tuhan memiliki jalan yang beda untuk aku dan keluargaku. Setiap hari aku berdo’a dan menangis meratapi nasib yang menimpa diriku. Mungkin aku punya salah besar kepada Tuhanku sehingga Tuhan mengujiku dengan cobaan yang sangat berat ini.
Hari Raya tahun ini pun hampir datang, tapi entah kenapa sampai saat ini aku belum mendapat kabar dari ibuku. Ketika aku pergi kerumah ibuku, keluarga ibuku sudah tidak memperdulikan ibuku lagi.

Saat aku berada dirumah keluarga ibuku, nenek dari ibuku mengatakan jika beliau sudah tidak sudi untuk bertemu lagi dengan ibuku. Beliau juga mengatakan jika beliau meninggal nanti beliau sudah tidak mau disentuh ibuku lagi. Nenekku merasa sakit hati karena saat ibuku kembali bekerja, beliau tidak berpamitan dengan keluarga ibu. Dan ibuku tidak memberi kabar sampai saat ini.

Hari Raya pun tiba, dan Hari Raya saat ini adalah Hari Raya yang paling menedihkan bagiku. Karena ibuku tidak pulang dan tidak memberi kabar sama sekali. Padahal saat ibu akan kembali bekerja beliau berjanji akan selalu memberi kabar kapadaku. Aku merasa jengkel pada ibuku karena beliau sudah berjanji tapi tidak di tepati.

Aku merasa sedih sekali karena semua teman-temanku bisa merayakan Hari Raya bersama dengan keluarganya. Aku Cuma bisa meratapi kesedihan ini. Tapi aku harus semangat dan selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengalamanku saat ini akan aku ambil hikmahnya agar kelak bisa jadi pedoman hidupku.

Template by:

Free Blog Templates